Siapa Petinju Terakhir yang Mengalahkan Mayweather? Kini Dia Buruh Pabrik Sosis
Selasa, 28 November 2023 - 09:09 WIB
Mimpi Mayweather untuk memenangkan medali emas Olimpiade di kandang sendiri dihancurkan oleh Todorov yang saat itu berusia 28 tahun, yang menggunakan pengalaman dan kekuatannya untuk meraih kemenangan 10-9 dan maju ke perebutan medali emas.
Baca Juga: Jermall Charlo Perpanjang Rekor 33-0, Tantang Canelo: Pilih Aku!
Todorov, yang kalah dalam perebutan medali emas dari Somluck Kamsing asal Thailand - dengan cepat jatuh dalam masa-masa sulit setelah menolak tawaran promosi dan gagal pindah ke Turki untuk mengikuti Kejuaraan Tinju Amatir Dunia pada tahun berikutnya.
Ia menggantungkan sarung tinjunya pada tahun 2003, namun keluar dari masa pensiunnya pada tahun 2015 di ajang akbar. Kesengsaraan finansial adalah sesuatu yang tidak pernah terpikirkan oleh Mayweather pada saat itu, dengan mantan juara dunia lima divisi ini menjadi seorang multi-jutawan berkat berbagai pertarungan pembayaran per tayangan kejuaraan.
Todorov menambah pendapatannya dengan bekerja di pabrik sosis - sama sekali tidak merasa iri dengan Mayweather dan malah mengenang perjalanannya meraih medali perak Olimpiade.
"Pengalaman saya jauh lebih kuat. Saya mengalahkan semua orang Rusia, semua orang Kuba, beberapa orang Amerika, Jerman, para juara Olimpiade,"ujarnya.
"Saya mengolok-olok mereka di atas ring. Orang Inggris, Prancis - saya mengalahkan mereka semua.
Baca Juga: Jermall Charlo Perpanjang Rekor 33-0, Tantang Canelo: Pilih Aku!
Todorov, yang kalah dalam perebutan medali emas dari Somluck Kamsing asal Thailand - dengan cepat jatuh dalam masa-masa sulit setelah menolak tawaran promosi dan gagal pindah ke Turki untuk mengikuti Kejuaraan Tinju Amatir Dunia pada tahun berikutnya.
Ia menggantungkan sarung tinjunya pada tahun 2003, namun keluar dari masa pensiunnya pada tahun 2015 di ajang akbar. Kesengsaraan finansial adalah sesuatu yang tidak pernah terpikirkan oleh Mayweather pada saat itu, dengan mantan juara dunia lima divisi ini menjadi seorang multi-jutawan berkat berbagai pertarungan pembayaran per tayangan kejuaraan.
Todorov menambah pendapatannya dengan bekerja di pabrik sosis - sama sekali tidak merasa iri dengan Mayweather dan malah mengenang perjalanannya meraih medali perak Olimpiade.
"Pengalaman saya jauh lebih kuat. Saya mengalahkan semua orang Rusia, semua orang Kuba, beberapa orang Amerika, Jerman, para juara Olimpiade,"ujarnya.
"Saya mengolok-olok mereka di atas ring. Orang Inggris, Prancis - saya mengalahkan mereka semua.
Lihat Juga :