Devin Haney vs Ryan Garcia Pertarungan Besar Tinju Dunia
Rabu, 13 Desember 2023 - 07:07 WIB
Devin Haney (31-0, 15 KO) juga menyebutkan kemungkinan untuk menghadapi juara kelas welter junior WBO, Teofimo Lopez (19-1, 13 KO) dalam sebuah pertarungan penyatuan gelar dan naik ke divisi welter untuk setidaknya satu pertandingan. Bill Haney, ayah/pelatih Devin, bertanya kepada promotor Eddie Hearn apakah pertarungan melawan Garcia (24-1, 20 KO) adalah kemungkinan yang realistis. "Maksud saya, ini berasal dari Oscar, yang tidak berarti itu nyata," kata Hearn mengacu pada Oscar De La Hoya, promotor Garcia.
Baca Juga: Islam Makhachev Cuek Bebek Ditantang Conor McGregor
"Namun Ryan juga mengatakan demikian. Tapi dengar, itu adalah pertarungan yang hebat. Anda tahu, saya pikir Ryan seharusnya mengejar juara di kelas 63,5 kg. Ia seharusnya mengejar juara nomor satu dalam divisi ini. Dan Devin adalah yang nomor satu dalam divisi ini, jadi anda tahu, saya rasa jika melihat ke belakang, saya rasa banyak orang yang tidak mengerti apa yang Devin lakukan untuk mencapai 61,2 kg. Ketika saya dulu bekerja dengannya, sebelum dia harus pergi ke sisi lain dan merampok bank, dia sudah selesai di angka 61,2 kg. Dan dia kemudian melakukan tiga pertarungan lagi di angka 135. Dua di antaranya adalah saat ia pergi ke belahan dunia lain [Australia] untuk menambah berat badan [demi kemenangan atas George Kambosos], yang menurut saya merupakan pencapaian luar biasa.
"Dan ia benar - tidak mungkin ia dapat memenuhi potensi yang dimilikinya sebagai petarung dalam divisi 61,2 kilogram. Dan saya kira selama bertahun-tahun kami mengejar laga melawan Ryan Garcia. Tidak ada yang mau melawan Devin Haney. Dan semua orang menggunakan alasan - saat Anda memiliki petarung yang sangat bagus, semua orang menggunakan alasan, 'Oh, mereka tidak menjual. Ini bukan pertarungan yang cukup besar. Tidak ada yang tahu siapa dia. Tetapi dia benar-benar pergi ke Australia, menjadi tak terbantahkan, kembali, Anda tahu, pertarungan-pertarungan yang dia jalani, mengalahkan Lomachenko. Sekarang dia terjual habis di kota yang tidak memiliki tinju selama dua dekade. Siapa lagi yang bisa melakukan itu dalam tinju?."
Baca Juga: Islam Makhachev Cuek Bebek Ditantang Conor McGregor
"Namun Ryan juga mengatakan demikian. Tapi dengar, itu adalah pertarungan yang hebat. Anda tahu, saya pikir Ryan seharusnya mengejar juara di kelas 63,5 kg. Ia seharusnya mengejar juara nomor satu dalam divisi ini. Dan Devin adalah yang nomor satu dalam divisi ini, jadi anda tahu, saya rasa jika melihat ke belakang, saya rasa banyak orang yang tidak mengerti apa yang Devin lakukan untuk mencapai 61,2 kg. Ketika saya dulu bekerja dengannya, sebelum dia harus pergi ke sisi lain dan merampok bank, dia sudah selesai di angka 61,2 kg. Dan dia kemudian melakukan tiga pertarungan lagi di angka 135. Dua di antaranya adalah saat ia pergi ke belahan dunia lain [Australia] untuk menambah berat badan [demi kemenangan atas George Kambosos], yang menurut saya merupakan pencapaian luar biasa.
"Dan ia benar - tidak mungkin ia dapat memenuhi potensi yang dimilikinya sebagai petarung dalam divisi 61,2 kilogram. Dan saya kira selama bertahun-tahun kami mengejar laga melawan Ryan Garcia. Tidak ada yang mau melawan Devin Haney. Dan semua orang menggunakan alasan - saat Anda memiliki petarung yang sangat bagus, semua orang menggunakan alasan, 'Oh, mereka tidak menjual. Ini bukan pertarungan yang cukup besar. Tidak ada yang tahu siapa dia. Tetapi dia benar-benar pergi ke Australia, menjadi tak terbantahkan, kembali, Anda tahu, pertarungan-pertarungan yang dia jalani, mengalahkan Lomachenko. Sekarang dia terjual habis di kota yang tidak memiliki tinju selama dua dekade. Siapa lagi yang bisa melakukan itu dalam tinju?."
(aww)
Lihat Juga :