Kisah Muhammad Ali: Sepeda Dicuri, Parasut, dan Medali Emas Olimpiade
Jum'at, 02 Agustus 2024 - 12:12 WIB
Muhammad Ali merupakan tokoh olahraga yang paling berpengaruh di dunia. Ada banyak kenangan yang melekat pada petinju legendaris asal Amerika Serikat ini / Foto: Olympics
Muhammad Ali merupakan tokoh olahraga yang paling berpengaruh di dunia. Ada banyak kenangan yang melekat pada petinju legendaris asal Amerika Serikat ini. Salah satunya kisah Ali kecil yang kehilangan sepeda kesayangannya.
Ketika Muhammad Ali berusia 12 tahun, yang waktu itu dikenal sebagai Cassius Clay, dia pergi ke sebuah pekan raya di Columbia Gym di kota kelahirannya Louisville pada 1955. Dia sengaja menggowes sepeda kesayangannya dengan penuh suka cita.
Ali memarkirkan sepeda Schwinn merah putih di sebuah tempat. Namun sepulangnya dari pekan raya, sepeda kesayangannya itu raib. Ali, yang masih bocah menjadi sangat marah, dan berjanji akan memukul pencuri itu jika ia berhasil menangkapnya.
Baca Juga: The Next Generation: 10 Petinju Terbaik Berusia 25 Tahun ke Bawah
Kemarahannya menarik perhatian seorang polisi setempat, Joe Martin, yang mengundangnya untuk melampiaskan amarahnya dengan mengikuti kelas tinju di sasananya. Dari pertemuan tak sengaja itulah lahir seorang legenda tinju. Dalam waktu enam minggu, Ali telah memenangkan pertarungan pertamanya.
Ketika Muhammad Ali berusia 12 tahun, yang waktu itu dikenal sebagai Cassius Clay, dia pergi ke sebuah pekan raya di Columbia Gym di kota kelahirannya Louisville pada 1955. Dia sengaja menggowes sepeda kesayangannya dengan penuh suka cita.
Ali memarkirkan sepeda Schwinn merah putih di sebuah tempat. Namun sepulangnya dari pekan raya, sepeda kesayangannya itu raib. Ali, yang masih bocah menjadi sangat marah, dan berjanji akan memukul pencuri itu jika ia berhasil menangkapnya.
Baca Juga: The Next Generation: 10 Petinju Terbaik Berusia 25 Tahun ke Bawah
Kemarahannya menarik perhatian seorang polisi setempat, Joe Martin, yang mengundangnya untuk melampiaskan amarahnya dengan mengikuti kelas tinju di sasananya. Dari pertemuan tak sengaja itulah lahir seorang legenda tinju. Dalam waktu enam minggu, Ali telah memenangkan pertarungan pertamanya.
Lihat Juga :