7 Kontroversi Olimpiade Paris 2024: dari Hijab Dilarang hingga Turis Diperkosa

Senin, 05 Agustus 2024 - 17:25 WIB

2. Pria Rusia Ditahan atas Tuduhan Terorisme



Pada 24 Juli, dua hari sebelum upacara pembukaan Olimpiade Paris 2024, otoritas Prancis menangkap seorang warga negara Rusia yang dicurigai "merencanakan untuk mengguncang Olimpiade". Kirill Gryaznov, mantan bintang reality TV, adalah seorang koki berusia 40 tahun yang telah tinggal di Prancis selama 14 tahun, ditangkap atas tuduhan terorisme. Penggerebekan properti pria itu, dan penangkapannya, dilakukan setelah teleponnya disadap pada Mei dan dia diklaim berbicara tentang rencana terkait upacara pembukaan Olimpiade dengan dinas intelijen Rusia.

3. Larangan Hijab bagi Atlet Prancis



Kebijakan sekularisme pemerintah Prancis dipertanyakan oleh para aktivis, yang secara khusus menentang keputusan Komite Olimpiade dan Olahraga Nasional Prancis untuk melarang atlet Prancis mengenakan simbol-simbol keagamaan, termasuk hijab, selama Olimpiade. Larangan ini hanya berlaku untuk anggota tim Prancis, dan tidak memengaruhi delegasi lainnya di Olimpiade.

Sounkamba Sylla, anggota tim estafet 4 × 400 m putri Prancis, mengklaim bahwa dia dilarang berpartisipasi dalam upacara pembukaan karena mengenakan hijab. Dilaporkan bahwa Sylla setuju dengan kompromi yang memungkinkannya memakai topi sebagai gantinya.

4. Wabah COVID-19



Ada wabah COVID-19 di antara atlet olahraga air di Olimpiade. Pada 24 Juli, dilaporkan bahwa lima anggota tim polo air wanita Australia dinyatakan positif COVID-19. Chef de Mission Anna Meares menyatakan kasus-kasus tersebut terbatas pada tim polo air dan bahwa protokol penyakit pernapasan standar telah diberlakukan. Pada 29 Juli, perenang Inggris Adam Peaty dinyatakan positif COVID-19 setelah menunjukkan gejala pada hari sebelumnya, sebelum ia mengikuti final 100 m gaya dada, dan perenang Australia Lani Pallister dinyatakan positif pada 30 Juli, menarik diri dari perlombaan hari itu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!