Kemenpora Gelar Rakor, Ciptakan Kolaborasi Genjot Indeks Pembangunan Pemuda
Rabu, 07 Agustus 2024 - 03:10 WIB
Dalam konteks Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) yang mencapai skor 56,33, Suprayoga mencatat stagnasi pada tiga dari lima indikator: pendidikan, kesempatan kerja, dan gender. Meskipun ada peningkatan skor IPP, diperlukan upaya lebih untuk mempercepat kemajuan di tiga domain tersebut.
"Perencanaan dan penganggaran harus berjalan beriringan. Jika rencana tidak ada, anggaran pun tidak akan ada. Kami sangat fokus pada penyusunan RAN dan RAD karena implikasinya langsung pada anggaran," ujar Suprayoga.
Lebih lanjut, ia menambahkan, "Indikator pendidikan, kesempatan kerja, dan gender perlu dipacu lebih keras pada tahun 2024 ini, meskipun ada delapan kategori penghargaan yang sudah cukup mewakili."
Dengan Rakor ini, diharapkan terwujudnya langkah-langkah konkret untuk meningkatkan efektivitas pelayanan kepemudaan dan mencapai target Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM).
"Perencanaan dan penganggaran harus berjalan beriringan. Jika rencana tidak ada, anggaran pun tidak akan ada. Kami sangat fokus pada penyusunan RAN dan RAD karena implikasinya langsung pada anggaran," ujar Suprayoga.
Lebih lanjut, ia menambahkan, "Indikator pendidikan, kesempatan kerja, dan gender perlu dipacu lebih keras pada tahun 2024 ini, meskipun ada delapan kategori penghargaan yang sudah cukup mewakili."
Dengan Rakor ini, diharapkan terwujudnya langkah-langkah konkret untuk meningkatkan efektivitas pelayanan kepemudaan dan mencapai target Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM).
(sto)
Lihat Juga :