5 Raksasa Bulutangkis Dunia Mundur, Thomas & Uber 2020 Akhirnya Ditunda
Rabu, 16 September 2020 - 14:35 WIB
Pihak BWF dan panitia lokal Piala Thomas dan Uber 2020 dalam beberapa bulan terakhir memang terus melakukan persiapan agar turnamen internasional bulu tangkis bisa dijalankan secara aman di tengah pandemi Covid-19. Termasuk melakukan pendekatan untuk mengumpulkan seluruh atlet pada satu tempat khusus untuk mencegah penyebaran virus corona.
Namun, setelah berkoordinasi dengan berbagai pihak maka opsi yang paling ideal adalah menunda turnamen yang semula akan digelar pada Mei 2020, sebelum diundur karena pandemi virus corona. Bahkan, BWF juga membatalkan Denmark Masters, yang seharusnya diadakan di Odense dari 20-25 Oktober sebagai leg Eropa kedua dari Tur Dunia. (Baca juga: Paket Isolasi Mandiri Covid-19, Paket Legit Beresiko Tinggi)
Satu-satunya turnamen yang dipertahankan dari jadwal tiga turnamen sebelumnya adalah Denmark Terbuka di Odense pada 13-18 Oktober. Sementara untuk Tur Asia masih belum jelas kepastiannya. Apalagi, Indonesia yang sempat digadang-gadang sebagai tuan rumah sudah menyatakan menarik diri setelah kondisi kesehatan, khususnya di Jakarta sebagai tempat penyelenggaraan, masih berkutat dengan virus corona.
Padahal, BWF sebelumnya sudah bekerja keras selama berbulan-bulan untuk bisa kembali menggelar kejuaraan, khususnya dengan Badminton Denmark. Sayang, kondisi menjadi tidak memungkinkan setelah lima negara mundur dari Thomas dan Uber. Ternyata, itu sangat berpengaruh besar terhadap keberlangsungan kejuaraan tersebut. (Baca juga: Partai Komunis China Nyatakan Siap Perang dengan Negara ASEAN dan AS)
Namun, setelah berkoordinasi dengan berbagai pihak maka opsi yang paling ideal adalah menunda turnamen yang semula akan digelar pada Mei 2020, sebelum diundur karena pandemi virus corona. Bahkan, BWF juga membatalkan Denmark Masters, yang seharusnya diadakan di Odense dari 20-25 Oktober sebagai leg Eropa kedua dari Tur Dunia. (Baca juga: Paket Isolasi Mandiri Covid-19, Paket Legit Beresiko Tinggi)
Satu-satunya turnamen yang dipertahankan dari jadwal tiga turnamen sebelumnya adalah Denmark Terbuka di Odense pada 13-18 Oktober. Sementara untuk Tur Asia masih belum jelas kepastiannya. Apalagi, Indonesia yang sempat digadang-gadang sebagai tuan rumah sudah menyatakan menarik diri setelah kondisi kesehatan, khususnya di Jakarta sebagai tempat penyelenggaraan, masih berkutat dengan virus corona.
Padahal, BWF sebelumnya sudah bekerja keras selama berbulan-bulan untuk bisa kembali menggelar kejuaraan, khususnya dengan Badminton Denmark. Sayang, kondisi menjadi tidak memungkinkan setelah lima negara mundur dari Thomas dan Uber. Ternyata, itu sangat berpengaruh besar terhadap keberlangsungan kejuaraan tersebut. (Baca juga: Partai Komunis China Nyatakan Siap Perang dengan Negara ASEAN dan AS)
Lihat Juga :