Atlet Panjat Tebing Laporkan Dugaan Kekerasan Seksual ke Polisi

Kamis, 05 Maret 2026 - 07:50 WIB
Menurutnya, prestasi tidak boleh dibangun di atas praktik yang merusak harkat manusia. Federasi ingin memastikan setiap atlet berlatih dalam suasana aman tanpa rasa takut.

"Kita tidak boleh hanya menuntut atlet berprestasi tapi tidak memberikan perlindungan maksimal kepada mereka," pungkas Yenny.

Anggota Tim Investigasi FPTI, Robertus Robet, menyampaikan TPF masih fokus pada pendalaman dari perspektif korban. Pendekatan tersebut dilakukan untuk menjaga sensitivitas serta menghindari trauma ganda saat para atlet memberikan keterangan.

"Kita tahu bahwa tidak mudah bagi korban itu untuk secara terbuka, ya kita tahu halangan-halangan ini kan juga diakibatkan oleh sistem nilai, norma dalam masyarakat kita, ketabuan. Sehingga kita ikutilah apa Mbak ini, sensitivitas dan perkembangan emosional dari korban itu sendiri. Sehingga nggak dengan serta-merta gitu," kata Robet.
(sto)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!