Saat Negeri Hoki Demam Sepak Bola

Senin, 29 Juni 2026 - 08:11 WIB
Foto:South China Morning Post

Setelah pertandingan berlangsung ketat dan nyaris berlanjut ke adu penalti, Stephen Eustaquio akhirnya menjadi pahlawan lewat gol kemenangan di babak tambahan waktu. Bagi Marsch, momen berkumpul bersama pemain usai pertandingan menjadi bagian penting dari sejarah tersebut.

"Banyak orang menganggap berkumpul di tengah lapangan hanya formalitas, tetapi bagi saya yang terpenting adalah tim ini dan apa yang telah kami capai bersama," ujar Marsch.

"Saya ingin mereka memahami betapa pentingnya momen ini bagi perkembangan olahraga di negara kami."

Perjalanan Kanada belum selesai. Di babak 16 besar, mereka akan menghadapi lawan yang jauh lebih berat, yakni Belanda atau Maroko.

Belanda saat ini menempati peringkat ketujuh dunia, sementara Maroko berada satu tingkat di atasnya di posisi keenam.

Meski demikian, pencapaian Kanada sejauh ini membuat mereka tidak lagi dipandang sebelah mata. Marsch pun menilai timnya memiliki kesempatan untuk kembali menciptakan kejutan.

"Tujuan saya di turnamen ini bukan hanya menginspirasi bangsa kami, tetapi juga membuktikan bahwa kami mampu menantang salah satu raksasa dunia. Maroko adalah kekuatan baru sepak bola dunia, sedangkan Belanda merupakan salah satu raksasa tradisional. Ini adalah kesempatan emas bagi kami dan kami akan melakukan segala cara untuk meraih kemenangan," imbuh Marsch.
(yov)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!