Skuad Prancis Jadi Korban Rasisme di Piala Dunia 2026, Bek Spanyol Meradang

Selasa, 14 Juli 2026 - 10:48 WIB
"Masih ada orang yang mengukur rasa memiliki dari nama belakang, tempat lahir, atau warna kulit. Padahal seseorang menjadi bagian dari sebuah negara karena mencintainya dan berkontribusi untuknya. Spanyol adalah milik mereka yang mencintai dan bekerja untuk negara ini, bukan mereka yang mempermalukannya dengan pernyataan xenofobia. Prancis, sampai jumpa di semifinal. Semoga tim terbaik yang menang dan semoga rasisme yang kalah," ujar Sanchez.

Kedutaan Besar Prancis di Madrid turut memberikan klarifikasi atas komentar Rajoy. Mereka menegaskan seluruh pemain yang memperkuat Les Bleus merupakan warga negara Prancis.

"Tanpa ingin memperpanjang polemik, perlu ditegaskan bahwa seluruh pemain tim nasional Prancis adalah orang Prancis. Dari 26 pemain, 23 lahir di Prancis, sedangkan tiga lainnya memang lahir di luar negeri tetapi tetap berkewarganegaraan Prancis," tulis pernyataan kedutaan.

Di tengah polemik tersebut, perhatian kini kembali tertuju pada pertandingan semifinal yang akan berlangsung di Dallas Stadium, Rabu (15/7) dini hari WIB. Spanyol datang dengan rekor impresif setelah hanya kebobolan satu gol dalam enam pertandingan, sementara Prancis tampil meyakinkan sebagai salah satu favorit juara berkat performa konsisten Kylian Mbappe dan kolega.

Cubarsi sendiri menjadi salah satu pilar utama La Roja di sepanjang turnamen. Bek berusia 19 tahun itu selalu tampil sebagai starter dan diperkirakan kembali menjadi andalan untuk meredam lini serang Prancis dalam perebutan tiket menuju final Piala Dunia 2026.
(sto)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!