Kisah Ghetto Kids: Dari Gang Sempit Kampala ke Panggung Piala Dunia dan Berduet dengan Shakira

Senin, 20 Juli 2026 - 00:32 WIB
Pengalaman itulah yang membuatnya yakin bahwa seni bisa menjadi jalan keluar bagi anak-anak yang bernasib sama. Melalui yayasan tersebut, Ghetto Kids tidak hanya diajarkan menari. Mereka mendapatkan makanan, tempat tinggal, pendidikan, layanan kesehatan, dan yang paling penting, kesempatan untuk bermimpi.

Kini, yayasan itu membina sekitar 60 anak yatim piatu dan anak-anak rentan di Uganda. Kesempatan tampil di final Piala Dunia datang dengan cara yang tak terduga.

Shakira melihat video koreografi spontan Ghetto Kids saat menarikan lagu "Zoo", soundtrack film Zootopia 2. Penyanyi asal Kolombia itu langsung terpikat oleh energi dan ekspresi mereka, lalu mengundang mereka tampil bersama membawakan lagu resmi Piala Dunia 2026, "Dai Dai", di pertunjukan paruh waktu.

Awal Juli lalu, hubungan mereka semakin erat. Ghetto Kids bahkan mendampingi Shakira usai konsernya di New Jersey dan menghabiskan waktu bersama menjelajahi Kota New York, pengalaman yang mungkin dahulu hanya bisa mereka bayangkan. Kini, perjalanan dari jalanan Kampala menuju panggung terbesar sepak bola dunia akhirnya mencapai titik puncak.

Saat jutaan penonton menikmati kemegahan final Piala Dunia 2026, Ghetto Kids akan menari bukan hanya untuk menghibur. Mereka membawa pesan yang jauh lebih besar: bahwa mimpi tidak mengenal asal-usul, kemiskinan bukan akhir dari segalanya, dan harapan bisa tumbuh bahkan dari sudut jalan yang paling terlupakan.

Di malam paling megah dalam dunia sepak bola, Ghetto Kids bukan sekadar penampil. Mereka adalah bukti hidup bahwa terkadang, keajaiban benar-benar berawal dari tempat yang paling sederhana.
(yov)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!