Kisah Ghetto Kids: Dari Gang Sempit Kampala ke Panggung Piala Dunia dan Berduet dengan Shakira
Senin, 20 Juli 2026 - 00:32 WIB
Harapan itu perlahan berubah menjadi kenyataan. Video-video tarian sederhana yang mereka unggah dari sudut-sudut Kota Kampala mulai menarik perhatian. Puncaknya terjadi pada 2014 ketika mereka tampil dalam video musik "Sitya Loss" milik musisi Uganda, Eddy Kenzo.
Baca Juga: Messi, Yamal, dan Takdir Angka 19
Sejak saat itu, nama Ghetto Kids mulai dikenal lintas benua. Perjalanan mereka berlanjut ke panggung Britain's Got Talent pada 2023. Penampilan penuh energi dan keceriaan membuat dunia jatuh hati.
Popularitas mereka pun melejit. Kini, Ghetto Kids memiliki lebih dari 9 juta pengikut di Instagram dan 13 juta di TikTok, serta telah mengoleksi berbagai penghargaan internasional, termasuk gelar Grup Tari Terbaik di African Muzik Magazine Awards (AFRIMMA) dan African Entertainment Awards USA.
Namun, angka-angka itu tak pernah benar-benar menggambarkan siapa mereka. Di balik setiap gerakan lincah dan senyum yang menghiasi wajah mereka, tersimpan kisah tentang anak-anak yang pernah hidup dalam kemiskinan, kehilangan orang tua, atau tumbuh tanpa kepastian. Mereka bukan sekadar kelompok tari, melainkan keluarga yang dipersatukan oleh harapan.
Baca Juga: Messi Turun Takhta, Mbappe Raja Gol Piala Dunia
Harapan itu lahir dari Inspire Ghetto Kids Foundation, organisasi nirlaba yang didirikan Kavuma Dauda pada 2007. Dauda memahami betul pahitnya kehidupan. Ia menjadi yatim piatu sejak kecil dan pernah menghabiskan masa kecilnya di jalanan Kampala.
Baca Juga: Messi, Yamal, dan Takdir Angka 19
Sejak saat itu, nama Ghetto Kids mulai dikenal lintas benua. Perjalanan mereka berlanjut ke panggung Britain's Got Talent pada 2023. Penampilan penuh energi dan keceriaan membuat dunia jatuh hati.
Popularitas mereka pun melejit. Kini, Ghetto Kids memiliki lebih dari 9 juta pengikut di Instagram dan 13 juta di TikTok, serta telah mengoleksi berbagai penghargaan internasional, termasuk gelar Grup Tari Terbaik di African Muzik Magazine Awards (AFRIMMA) dan African Entertainment Awards USA.
Namun, angka-angka itu tak pernah benar-benar menggambarkan siapa mereka. Di balik setiap gerakan lincah dan senyum yang menghiasi wajah mereka, tersimpan kisah tentang anak-anak yang pernah hidup dalam kemiskinan, kehilangan orang tua, atau tumbuh tanpa kepastian. Mereka bukan sekadar kelompok tari, melainkan keluarga yang dipersatukan oleh harapan.
Baca Juga: Messi Turun Takhta, Mbappe Raja Gol Piala Dunia
Harapan itu lahir dari Inspire Ghetto Kids Foundation, organisasi nirlaba yang didirikan Kavuma Dauda pada 2007. Dauda memahami betul pahitnya kehidupan. Ia menjadi yatim piatu sejak kecil dan pernah menghabiskan masa kecilnya di jalanan Kampala.
Lihat Juga :