Kenin Lebih Diunggulkan di Final Prancis Terbuka

Sabtu, 10 Oktober 2020 - 13:35 WIB
“Saya tidak mendapatkan hasil terbaik di Roma dan merasa clay-court tidak berpihak kepada saya. Tetapi saya tahu hanya membutuhkan beberapa pertandingan demi menemukan ritme yang tepat. Saya tahu bagaimana harus menyesuaikan diri dengan lapangan seperti itu. Jadi, saya mencintai clay-court,” katanya. (Baca juga: Tangkap dan Aniaya Wartawan, Polri Didesak Evaluasi Pola Pengamanan Unras)

Sedangkan bagi Swiatek, ini merupakan final grand slam pertama kali dalam kariernya. Bahkan, petenis berusia 19 tahun itu menjadi petenis termuda yang mampu melenggang ke partai puncak Prancis Terbuka tunggal putri sejak terakhir dilakukan oleh Kim Clijsters pada musim 2001. Pencapaian tersebut diraih usai menyingkirkan petenis berkebangsaan Argentina, Nadia Podoroska 6-2, 6-1 di semifinal.

Keberhasilannya mencapai final dinilai luar biasa. Selain belum pernah memenangkan gelar turnamen WTA, Swiatek belum pernah melampaui babak keempat Grand Slam sebelumnya. Namun, dia sekarang tampil cukup dominan selama di Roland Garros. Hal tersebut terlihat dengan hanya kehilangan 2 game dari enam pertandingan yang telah dijalaninya di Paris.

Tidak hahya itu, Swiatek menjadi petenis dengan peringkat terendah pertama yang berhasil melaju hingga ke partai puncak di Roland Garros. Petenis berperingkat 54 dunia ini mengaku senang bisa melangkah ke final grand slam. Dia pun akan berjuang keras agar bisa mencatatakan sejarah sebagai petenis Polandia pertama yang sukses merebut gelar grand slam. (Lihat videonya: Preman pengancam PNS Menggunakan Ular Diciduk)

“Saya cukup terkejut, sungguh. Saya selalu tahu, bahwa jika berada di final Grand Slam, maka itu akan terjadi di Prancis Terbuka. Saya ingin melakoni pertandingan ini sebagai pertandingan babak pertama. Jadi, saya tidak akan merasa terlalu tertekan,” ungkapnya. (Raikhul Amar)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!