Diego dan Heidi, Jejak Sang Legenda di Swiss
Sabtu, 05 Desember 2020 - 13:30 WIB
Kali ini, pemain yang terkenal dengan gol tangan tuhannya itu tampil gemilang. Sembilan gol tanpa balas harus diterima FC Regensdorf. Claudio Caniggia memporak-porandakan pertahanan klub dari pinggiran kota Zurich itu.
“Bola hanya bisa kami kuasai jika kami memulai pertandingan, setelah kebobolan gol,” kenang Alain Panner, pemain FC Regensdorf.
Argentina memang menang telak melawan FC Regensdorf, namun akhirnya keok saat menghadapi Italia empat hari kemudian.
Pada 1989 adalah kesempatan istimewa bagi publik Swiss untuk menyaksikan kembali Maradona . Sebab, penampilan kali ini bukan dalam partai persahabatan. Namun pertandingan hidup mati pada Piala UEFA ketika SSC Napoli melawan FC Wettingen.
Hasilnya juga mengejutkan, yakni 0-0. Di luar lapangan, Maradona sempat diburu paparazzi saat memborong 10 buah jam tangan mewah di Bahnhofstrasse Zurich. (Baca juga: Masih Rawan Covid-19, Belajar Tatap Muka Diminta Setelah Vaksinasi)
Sayang, FC Wettingen gagal melangkah ke babak selanjutnya, karena dalam partai tandang di Napoli, SSC Napoli menang 2-1.
“Bola hanya bisa kami kuasai jika kami memulai pertandingan, setelah kebobolan gol,” kenang Alain Panner, pemain FC Regensdorf.
Argentina memang menang telak melawan FC Regensdorf, namun akhirnya keok saat menghadapi Italia empat hari kemudian.
Pada 1989 adalah kesempatan istimewa bagi publik Swiss untuk menyaksikan kembali Maradona . Sebab, penampilan kali ini bukan dalam partai persahabatan. Namun pertandingan hidup mati pada Piala UEFA ketika SSC Napoli melawan FC Wettingen.
Hasilnya juga mengejutkan, yakni 0-0. Di luar lapangan, Maradona sempat diburu paparazzi saat memborong 10 buah jam tangan mewah di Bahnhofstrasse Zurich. (Baca juga: Masih Rawan Covid-19, Belajar Tatap Muka Diminta Setelah Vaksinasi)
Sayang, FC Wettingen gagal melangkah ke babak selanjutnya, karena dalam partai tandang di Napoli, SSC Napoli menang 2-1.
Lihat Juga :