Profil Sebastian Coltescu, Wasit Liga Champions yang Diduga Rasis
Rabu, 09 Desember 2020 - 10:05 WIB
Menurut laporan AS, Sebastian Coltescu adalah sosok yang kontrovesial. Pada tahun 2007, dia pernah diturunkan ke level dua Liga Romania kendati setahun setelahnya kembali memimpin liga utama. (Baca Juga: PSG vs Istanbul Basaksehir Terhenti akibat Rasisme Wasit, Begini Keputusan UEFA )
Musim ini dia hanya sekali menjadi wasit utama laga kompetisi Eropa, yakni memimpin laga Petrocub Hincesti vs Backa Topola di kualifikasi Liga Europa. Pada musim-musim sebelumnya, dia tercatat pernah memimpin laga Atletico Madrid vs Galatasaray di UEFA Youth League.
Pada 23 November 2020, Coltescu menjadi sorotan atas keputusannya dalam laga Gaz Metan Medias vs Steaua Bucharest di liga utama Rumania. Itu adalah penalti yang diberikannya untuk Steaua saat perpanjangan waktu yang menyebabkan Gaz Metan kalah 2-3.
Kesan buruk Coltescu juga diutarakan Adrian Porumboiu, mantan wasit Romania sekaligus eks pemain dan direktur FC Vaslui. Kata dia, seluruh karier Coltescu lebih banyak diisi momen kelam. (Lihat Grafis: Panggung Liga Champions )
“Dia mungkin punya bakat, tetapi dia mungkin harus memilih profesi lain: Musik atau menari. Dalam menjadi wasit, Anda harus tidak memihak.” kata Porumboiu.
Musim ini dia hanya sekali menjadi wasit utama laga kompetisi Eropa, yakni memimpin laga Petrocub Hincesti vs Backa Topola di kualifikasi Liga Europa. Pada musim-musim sebelumnya, dia tercatat pernah memimpin laga Atletico Madrid vs Galatasaray di UEFA Youth League.
Pada 23 November 2020, Coltescu menjadi sorotan atas keputusannya dalam laga Gaz Metan Medias vs Steaua Bucharest di liga utama Rumania. Itu adalah penalti yang diberikannya untuk Steaua saat perpanjangan waktu yang menyebabkan Gaz Metan kalah 2-3.
Kesan buruk Coltescu juga diutarakan Adrian Porumboiu, mantan wasit Romania sekaligus eks pemain dan direktur FC Vaslui. Kata dia, seluruh karier Coltescu lebih banyak diisi momen kelam. (Lihat Grafis: Panggung Liga Champions )
“Dia mungkin punya bakat, tetapi dia mungkin harus memilih profesi lain: Musik atau menari. Dalam menjadi wasit, Anda harus tidak memihak.” kata Porumboiu.
(mirz)
Lihat Juga :