Kurang Dukungan Negara di Olimpiade Tokyo 2020, Atlet Irak Curhat
Senin, 19 Juli 2021 - 07:05 WIB
Sebelumnya, dukungan keuangan negara Irak terputus karena pertikaian politik untuk sebagian besar persiapan Olimpiade. Itu memaksa para pelatih asing atlet tersebut tidak dapat memberikan lebih dari sekadar nasihat virtual bagi pasukan kecil Olimpiade dari Irak.
“Saya memiliki pelatih asal Perancis dan karena Covid-19 dia tidak bisa datang ke Irak. Jadi dia mengirimi saya instruksi melalui email bahwa saya harus bekerja dan usaha sendiri," kata Ryadh, mengutip dari First Post News.
"Jadi tujuannya hanya untuk ambil bagian di Olimpiade. Kami sama-sama tahu bahwa tidak ada gunanya memikirkan medali,” lanjut pedayung 27 tahun tersebut.
Sampai saat ini, Irak hanya memenangkan satu medali perak di Olimpiade Roma 1960 untuk angkat besi. Sedangkan, pada Olimpiade Rio 2016, total 21 atlet Irak berkompetisi dalam berbagai disiplin ilmu termasuk sepakbola, judo, tinju dan atletik serta dayung.
Selain itu, adapun sprinter di nomor 200 meter, Donna Husein, mengaku sedih dengan ketidakpeduliannya otoritas Irak untuk para delegasi bahkan atletnya.
“Saya memiliki pelatih asal Perancis dan karena Covid-19 dia tidak bisa datang ke Irak. Jadi dia mengirimi saya instruksi melalui email bahwa saya harus bekerja dan usaha sendiri," kata Ryadh, mengutip dari First Post News.
"Jadi tujuannya hanya untuk ambil bagian di Olimpiade. Kami sama-sama tahu bahwa tidak ada gunanya memikirkan medali,” lanjut pedayung 27 tahun tersebut.
Sampai saat ini, Irak hanya memenangkan satu medali perak di Olimpiade Roma 1960 untuk angkat besi. Sedangkan, pada Olimpiade Rio 2016, total 21 atlet Irak berkompetisi dalam berbagai disiplin ilmu termasuk sepakbola, judo, tinju dan atletik serta dayung.
Selain itu, adapun sprinter di nomor 200 meter, Donna Husein, mengaku sedih dengan ketidakpeduliannya otoritas Irak untuk para delegasi bahkan atletnya.
Lihat Juga :