Djokovic Akan Gelar Turnamen Eksebisi untuk Petenis 10 Besar Dunia
Jum'at, 29 Mei 2020 - 12:31 WIB
Djokovic menyatakan, mengikuti turnamen menjadi kebutuhan paling utama bagi petenis di tengah pandemi yang tidak menunjukkan tanda-tanda akan segera berakhir. Untuk memastikan keselamatan serta kesehatan peserta, turnamen ini akan menerapkan protokol ketat dan berlangsung tanpa penonton.
Petenis berusia 33 tahun ini menyatakan dirinya masih membutuhkan waktu untuk menyempurnakan turnamen tersebut. Termasuk berkoordinasi dengan otoritas tiga negara yang siap menjadi tuan rumah. Sebab, kebijakan setiap negara akan berbeda dengan negara lain. (Baca: Bulan Depan, Selandia Baru Kembali Gelar Turnamen Tenis)
“Bosnia dan Montenegro masih belum 100% sebagai tuan rumah dari dua leg terakhir karena tidak punya cukup waktu untuk mempersiapkan infrastruktur,” ucap Djokovic.
Bersama Viktor Troicki (184), Damir Dzumhur (107), dan petenis besar Eropa lainnya, Djokovic akan memainkan kompetisi dengan sistem round-robin, dengan dua grup yang terdiri dari empat petenis yang masing-masing bermain tiga kali.
Djokovic dan Dzumhur, yang berasal dari Sarajevo, Bosnia, dijadwalkan untuk bermain hingga terakhir di Tur tersebut. Turnamen ini sekaligus untuk mendukung proyek-proyek kemanusiaan di wilayah tersebut, termasuk yayasan milik Djokovic. (Lihat Videonya: Ditegur Petugas Akibat Tidak Memakai Masker, Oknum Polisi Melawan)
Petenis berusia 33 tahun ini menyatakan dirinya masih membutuhkan waktu untuk menyempurnakan turnamen tersebut. Termasuk berkoordinasi dengan otoritas tiga negara yang siap menjadi tuan rumah. Sebab, kebijakan setiap negara akan berbeda dengan negara lain. (Baca: Bulan Depan, Selandia Baru Kembali Gelar Turnamen Tenis)
“Bosnia dan Montenegro masih belum 100% sebagai tuan rumah dari dua leg terakhir karena tidak punya cukup waktu untuk mempersiapkan infrastruktur,” ucap Djokovic.
Bersama Viktor Troicki (184), Damir Dzumhur (107), dan petenis besar Eropa lainnya, Djokovic akan memainkan kompetisi dengan sistem round-robin, dengan dua grup yang terdiri dari empat petenis yang masing-masing bermain tiga kali.
Djokovic dan Dzumhur, yang berasal dari Sarajevo, Bosnia, dijadwalkan untuk bermain hingga terakhir di Tur tersebut. Turnamen ini sekaligus untuk mendukung proyek-proyek kemanusiaan di wilayah tersebut, termasuk yayasan milik Djokovic. (Lihat Videonya: Ditegur Petugas Akibat Tidak Memakai Masker, Oknum Polisi Melawan)
Lihat Juga :