Penyebab di Balik Cepat Lambatnya Proses Naturalisasi Pemain Timnas Indonesia Seperti Marc Klok dan Sandy Walsh

Senin, 27 September 2021 - 08:02 WIB
Sumareh dan Krasniqi bahkan sudah mendapat panggilan timnas Malaysia. Bahkan, Sumareh sudah menorehkan gol pertamanya di timnas Malaysia. Hal ini tentu bisa menjadi pelajaran agar PSSI berbenah dalam hal naturalisasi pemain.

Untuk kasus Sandy Walsh , memang agak sulit ketika harus menyertakan syarat harus 5 tahun tinggal di Indonesia baru bisa mendapat paspor Indonesia. Karena Sandy Walsh juga memiliki karier yang bagus di Eropa yang tentu saja sayang jika harus pindah ke Indonesia demi membela timnas Indonesia. Bahkan, Sandy Walsh kini menjadi pemain inti di klubnya sekarang KV Mechelen.

Baca Juga: Soal Sandy Walsh, PSSI Tunggu Shin Tae-yong Pulang ke Tanah Air

Maka, di sinilah peran PSSI dalam melobi FIFA. Apalagi ada aturan baru FIFA yang membolehkan pemain berpindah timnas senior walau sudah pernah memperkuat tim nasional senior negara lain selama itu di pertandingan uji coba, bukan di pertandingan kompetittif antar benua dan Piala Dunia. Hal ini harus dimanfaatkan PSSI.

Berkaca dari kasus Munir El Haddadi yang bisa memperkuat timnas Maroko walaupun pernah bermain untuk timnas senior Spanyol. Hal ini tentu kembali ke niat federasi sepak bola negara tersebut untuk membentuk tim dengan pemain naturalisasi yang berkualitas. Jika memang niat itu kuat, tentu aturan FIFA tentang naturalisasi bisa dilobi seperti kasus Munir El Haddadi.

Maka, jangan heran jika Marc Klok masih belum bisa memperkuat timnas Indonesia di ajang resmi FIFA. Karena Marc Klok belum genap 5 tahun tinggal di Indonesia. Hal ini tentu cukup merugikan mengingat kualitas Klok ada di atas rata-rata pemain Indonesia. Hal ini harus dipecahkan agar bisa menjadikan keuntungan bagi timnas Indonesia
(sto)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!