Tanpa Vaksin, Tenis AS dan Prancis Terbuka Sulit Terealisasi Tahun Ini

Selasa, 09 Juni 2020 - 11:29 WIB
Saat ini, semua turnamen tenis masih ditangguhkan hingga akhir Juli dan baru akan dimulai kembali paling cepat pada awal Agustus mendatang. AS Terbuka dijadwalkan bakal berlangsung pada 24 Agustus-14 September. Sementara itu, Prancis Terbuka dijadwalkan berlangsung pada 20 September-4 Oktober.

Asosiasi Tenis Amerika Serikat (USTA) yang juga sebagai penyelenggara AS Terbuka mengatakan pihaknya sedang mengkaji sejumlah opsi agar Turnamen Grand Slam bisa terlaksana, termasuk membatasi jumlah penonton dan staf pendukung pemain di lingkungan turnamen.

Bahkan, mereka juga berencana memindahkan Turnamen Cincinnati ke New York untuk memastikan bahwa para petenis berada di satu lokasi selama mereka di negara tersebut. (Baca juga: Si Cantik Maria Sharapova Kembali No.1 hingga Julukan Claypova)

Sementara itu, para pejabat Federasi Tenis Prancis (FFT) berharap ada beberapa turnamen lapangan tanah liat yang berlangsung sebelum terselenggaranya Prancis Terbuka. Kesempatan itu tampaknya akan terjadi di Roma Masters. Namun, keputusan dan pengumuman tersebut masih harus menunggu minimal pertengahan Juni nanti.

“Kami sedang dalam pembicaraan yang sangat bermanfaat. Kami beruntung memiliki Presiden dan CEO ATP Andrea Gaudenzi. Dia memiliki hubungan langsung dengan kami sehingga kami akan segera mengetahui segalanya. Saat ini semuanya bersifat rahasia. Tapi, saya dapat mengatakan, kecuali ada bencana susulan, kami akan mengatur kembali Roma Masters antara pertengahan dan akhir September,” ungkap Presiden Federasi Tenis Italia (FIT) Angelo Binaghi. (Raikhul Amar)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!