Ini 5 Poin Krusial Hasil Rapat Perdana TGIPF Tragedi Kanjuruhan
Rabu, 05 Oktober 2022 - 07:20 WIB
JAKARTA - Sedikitnya lima keputusan dihasilkan dalam rapat perdana Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan di Kantor Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam), Jakarta, Selasa (4/10/2022) malam. Selain penghentian semua level Liga Indonesia, TGIPF juga meminta pihak yang lakukan pelanggaran mendapat sanksi.
Menko Polhukam sekaligus Ketua TGIPF, Mahfud MD , memimpin rapat yang dihadiri semua anggota tim sebanyak 13 orang, dua orang via zoom karena sedang di Papua dan Malaysia.
TGIPF sepakat segera bekerja dan mencari akar masalah, serta memberi rekomendasi untuk menghentikan masalah-masalah yang selalu terjadi.
Dikutip dari rilis Kemenkopolhukam, sediktinya ada lima poin penting yang terungkap dalam rapat tersebut. Berikut pengantar dan poin-poin penting dalam rapat TGIPF:
Peristiwa kerusuhan pertandingan sepak bola sudah sering terjadi dan selalu dibentuk tim, tapi selalu tidak pernah berubah, sehingga akar masalahnya harus dikemukakan oleh tim ini, untuk kemudian direkomendasikan apa yang harus dilakukan agar tidak terulang di masa yang akan datang.
1. Tim akan merekomendasikan penjatuhan sanksi bagi pihak-pihak yang melakukan pelanggaran
Menko Polhukam sekaligus Ketua TGIPF, Mahfud MD , memimpin rapat yang dihadiri semua anggota tim sebanyak 13 orang, dua orang via zoom karena sedang di Papua dan Malaysia.
TGIPF sepakat segera bekerja dan mencari akar masalah, serta memberi rekomendasi untuk menghentikan masalah-masalah yang selalu terjadi.
Dikutip dari rilis Kemenkopolhukam, sediktinya ada lima poin penting yang terungkap dalam rapat tersebut. Berikut pengantar dan poin-poin penting dalam rapat TGIPF:
Baca Juga
Peristiwa kerusuhan pertandingan sepak bola sudah sering terjadi dan selalu dibentuk tim, tapi selalu tidak pernah berubah, sehingga akar masalahnya harus dikemukakan oleh tim ini, untuk kemudian direkomendasikan apa yang harus dilakukan agar tidak terulang di masa yang akan datang.
1. Tim akan merekomendasikan penjatuhan sanksi bagi pihak-pihak yang melakukan pelanggaran
Lihat Juga :
tulis komentar anda