4 Pelajaran yang Bisa Dipetik dari Tragedi Kanjuruhan

Jum'at, 07 Oktober 2022 - 20:02 WIB
Kemudian, pelajaran penting lainnya adalah perbaikan prosedur keamanan dalam mengantisipasi kerusuhan yang terjadi di stadion. Aspek ini tentu berkaitan dengan penggunaan gas air mata.

Mulai dari PSSI, PT LIB, Kepolisian, hingga Panpel, harus secepatnya merumuskan kembali prosedur yang tepat untuk mengantisipasi dan menangani kerusuhan di dalam stadion dalam sebuah pertandingan sepak bola.

Hal ini diharapkan agar pihak keamanan maupun aparat kepolisian yang bertugas bisa memiliki prosedur tetap (protap) yang lebih manusiawi, alih-alih memberikan tekanan dan kepanikan.

4. Kapasitas Stadion dan penonton yang hadir

Yang patut diperhatikan juga adalah penonton yang hadir dengan kapasitas stadion. Dalam tragedi Kanjuruhan berapa kapasitas stadion masih simpang siur. Ada yang menyebut 38 ribu, juga 45 ribu penonton.

Yang pasti, Panitia penyelenggara (Panpel) pertandingan Arema FC telah membantah ada kelebihan penonton di Stadion Kanjuruhan.

Officer Arema FC Sudarmaji mengklaim, dari bukti video yang beredar, tak ada luberan penonton. Menurutnya, Stadion Kanjuruhan berkapasitas 45 ribu penonton dan tiket laga Arema FC vs Persebaya dicetak sebanyak 42 ribu lembar. (MG/Vadma Gempita)
(sha)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!