Indra Sjafri: Lima Kunci Utama dalam Pengembangan Sepak Bola
Sabtu, 28 Oktober 2023 - 21:39 WIB
loading...
Indra Sjafri (dalam layar) hadir di rapat kerja nasional bersama Lembaga Pengembangan Olahraga (LPO) dan Lembaga Seni Budaya (LSB) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Sabtu (28/10/2023).
A
A
A
YOGYAKARTA - Dalam upaya meningkatkan perkembangan sepakbola, terdapat lima aspek kunci yang perlu diperhatikan. Pandangan ini disampaikan oleh Indra Sjafri dalam sebuah rapat kerja nasional bersama Lembaga Pengembangan Olahraga (LPO) dan Lembaga Seni Budaya (LSB) Pimpinan Pusat Muhammadiyah , yang digelar di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta pada Sabtu (28/10/2023).
Indra Sjafri, seorang pelatih yang telah mencatat prestasi gemilang untuk negeri dalam SEA Games 2023 di Kamboja, saat ini juga menjabat sebagai Direktur Teknik PSSI. Kesuksesannya dalam mempersembahkan medali emas untuk Indonesia di cabang olahraga sepak bola SEA Games 2023 menjadi tonggak bersejarah setelah menunggu selama 32 tahun.
"Ada lima hal yang perlu diperbaiki. Pertama, infrastruktur yang memadai. Ini bukan sekadar stadion megah, melainkan keberadaan lapangan yang layak untuk anak-anak berlatih dan bergerak dengan leluasa," ungkapnya.
Baca Juga: CdM Angela Tanoesoedibjo Bangga Kontingen Indonesia Lampaui Target di Asian Para Games 2022
Kedua, adalah kurikulum sepakbola. Negara-negara yang mencapai prestasi selalu memiliki filosofi sepakbola yang terstruktur dalam bentuk kurikulum. Kurikulum inilah yang dijadikan panduan. "Saya berpegang pada filosofi bermain sepakbola ala Filanesia yang telah dirancang dalam kurikulum oleh pendahulu saya, Coach Danurwindo, dan timnya," tambahnya.
Indra Sjafri, seorang pelatih yang telah mencatat prestasi gemilang untuk negeri dalam SEA Games 2023 di Kamboja, saat ini juga menjabat sebagai Direktur Teknik PSSI. Kesuksesannya dalam mempersembahkan medali emas untuk Indonesia di cabang olahraga sepak bola SEA Games 2023 menjadi tonggak bersejarah setelah menunggu selama 32 tahun.
"Ada lima hal yang perlu diperbaiki. Pertama, infrastruktur yang memadai. Ini bukan sekadar stadion megah, melainkan keberadaan lapangan yang layak untuk anak-anak berlatih dan bergerak dengan leluasa," ungkapnya.
Baca Juga: CdM Angela Tanoesoedibjo Bangga Kontingen Indonesia Lampaui Target di Asian Para Games 2022
Kedua, adalah kurikulum sepakbola. Negara-negara yang mencapai prestasi selalu memiliki filosofi sepakbola yang terstruktur dalam bentuk kurikulum. Kurikulum inilah yang dijadikan panduan. "Saya berpegang pada filosofi bermain sepakbola ala Filanesia yang telah dirancang dalam kurikulum oleh pendahulu saya, Coach Danurwindo, dan timnya," tambahnya.
Lihat Juga :