Cerita Rahmat Erwin Abdullah Tak Puas Gondol 3 Medali Perak Qatar Open 2023
Minggu, 10 Desember 2023 - 20:02 WIB
loading...
A
A
A
“Alhamdulillah (pertandingan) berjalan lancar. Memang kita tahu lifter Korea Utara kuat di kelas ini. Jadi tadi saat percobaan ketiga angkatan clean&jerk, kita sudah pakai strategi tembak (angkatan) saja, makanya naiknya cukup lumayan dan sedikit grogi di panggung, tapi penampilan saya keseluruhan bagus, tinggal mempertajam saja hasil evaluasi penampilan saya di sini,” kata Rahmat dilansir dari rilis NOC Indonesia, Minggu (10/12/2023).
Rahmat sejatinya biasa tampil di kelas 73kg. Hanya saja, peraih perunggu Olimpiade 2020 Tokyo ini pernah memiliki penampilan ciamik di SEA Games 2023 Kamboja ketika dirinya turun di kelas 81kg dan mampu membawa pulang emas serta membukukan rekor. Oleh karena itu, tim pelatih dari PB PABSI mencoba menurunkan Rahmat di kelas 81kg dalam turnamen ini.
Kendati demikian, Rahmat tetap diproyeksikan turun di kelas 73kg pada gelaran Olimpiade Paris 2024 mendatang. Terlebih saat ini, dia masih memimpin “Race to Paris” di kelas tersebut. Sebagai informasi hanya top ten teratas yang berhak tampil di Paris, dan IWF hanya memberikan jatah satu lifter untuk setiap Komite Olimpiade Nasional di setiap angkatan.
“Turnamen di Doha merupakan kualifikasi Olimpiade Paris. Selanjutnya kami masih ada lagi di Tashkent dan Bangkok untuk tahun depan. Jadi saya harus berlatih lebih keras lagi, lebih menyiapkan fisik maksimal, dan berlatih lebih disiplin. Kalau tampil di kelas 81kg ini lebih untuk mencoba, melatih mental saya juga,” jelas peraih medali perunggu Olimpiade Tokyo 2020 itu.
Penampilan Rahmat di Qatar langsung disaksikan oleh Ketua Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) Raja Sapta Oktohari. Okto -sapaan karib Raja Sapta- datang bersama Komite Eksekutif NOC Indonesia, Josephine Tampubolon dan Head of Legal Sport Commission NOC Indonesia, Dodi S Abdulkadir.
Okto hadir memenuhi undangan dari Presiden Federasi Angkat Besi Asia (AWF) Mohamed Yousef Al Mana dan Presiden Federasi Angkat Besi Internasional (IWF) Mohammed Jallod. Dia pun turut mengalungkan medali kepada Rahmat saat naik ke atas podium.
Rahmat sejatinya biasa tampil di kelas 73kg. Hanya saja, peraih perunggu Olimpiade 2020 Tokyo ini pernah memiliki penampilan ciamik di SEA Games 2023 Kamboja ketika dirinya turun di kelas 81kg dan mampu membawa pulang emas serta membukukan rekor. Oleh karena itu, tim pelatih dari PB PABSI mencoba menurunkan Rahmat di kelas 81kg dalam turnamen ini.
Kendati demikian, Rahmat tetap diproyeksikan turun di kelas 73kg pada gelaran Olimpiade Paris 2024 mendatang. Terlebih saat ini, dia masih memimpin “Race to Paris” di kelas tersebut. Sebagai informasi hanya top ten teratas yang berhak tampil di Paris, dan IWF hanya memberikan jatah satu lifter untuk setiap Komite Olimpiade Nasional di setiap angkatan.
“Turnamen di Doha merupakan kualifikasi Olimpiade Paris. Selanjutnya kami masih ada lagi di Tashkent dan Bangkok untuk tahun depan. Jadi saya harus berlatih lebih keras lagi, lebih menyiapkan fisik maksimal, dan berlatih lebih disiplin. Kalau tampil di kelas 81kg ini lebih untuk mencoba, melatih mental saya juga,” jelas peraih medali perunggu Olimpiade Tokyo 2020 itu.
Penampilan Rahmat di Qatar langsung disaksikan oleh Ketua Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) Raja Sapta Oktohari. Okto -sapaan karib Raja Sapta- datang bersama Komite Eksekutif NOC Indonesia, Josephine Tampubolon dan Head of Legal Sport Commission NOC Indonesia, Dodi S Abdulkadir.
Okto hadir memenuhi undangan dari Presiden Federasi Angkat Besi Asia (AWF) Mohamed Yousef Al Mana dan Presiden Federasi Angkat Besi Internasional (IWF) Mohammed Jallod. Dia pun turut mengalungkan medali kepada Rahmat saat naik ke atas podium.
Lihat Juga :