Sejarah Muhammad Ali Kalahkan Sonny Liston yang Guncang Tinju Dunia
Senin, 26 Februari 2024 - 05:55 WIB
loading...
A
A
A
Ronde keempat mengulangi pola yang sama hingga, tiba-tiba, Clay mulai mengeluh bahwa ia tidak dapat melihat. Kemungkinan besar, obat pembekuan yang ditaruh oleh sudut Liston pada lukanya telah berpindah, melalui sarung tangan Clay, ke mata sang penantang. Ia kembali ke sudut ring dan meminta timnya untuk memotong sarung tinjunya, namun pelatih Angelo Dundee mendudukkannya, mulai membilas mata petinjunya dengan spons, lalu menyeka mata petinju tersebut.
Baca Juga: Edgar Berlanga Menang KO: Aku 1.000 Persen Siap Lawan Canelo
Itulah yang dilakukan Clay - atau yang coba dilakukannya. Namun, Liston kini menyerang dan mendaratkan sebuah hook kiri keras ke arah rahang sang penantang muda. Namun Clay menepisnya, dan pada akhir ronde, ia kembali berdiri dan menyarangkan jab-nya. Momen tersebut telah berlalu, dan saat ia berjalan perlahan kembali ke pojokan di akhir ronde, Liston nampaknya dapat merasakannya.
Pada ronde keenam, Clay terus menombak Liston dengan tinju kiri dan kanan, sang juara kini mengikutinya dengan setengah hati dan tidak banyak melakukan serangan. Dan saat ronde berakhir, Liston berjalan dengan susah payah ke bangkunya, duduk, dan tetap di sana.
Cassius Clay adalah juara dunia kelas berat. Karena ini adalah tinju, dan terutama karena hubungan mafia Liston, ada dan masih ada keraguan tentang hasilnya, seperti yang terjadi pada pertandingan ulang 15 bulan kemudian.
Namun Clay tidak peduli.
"Saya tidak memiliki bekas luka di wajah saya, dan saya mengecewakan Sonny Liston, dan saya baru saja berusia dua puluh dua tahun," serunya kepada Howard Cosell di atas ring setelahnya. Saya harus menjadi yang terhebat ... Saya mengguncang dunia! Saya adalah raja dunia!"
Keesokan harinya, Clay mengumumkan bahwa ia adalah anggota Nation of Islam dan sekarang menjadi Cassius X; dalam waktu seminggu, ia telah menjadi Muhammad Ali. Dunia tinju tidak akan pernah sama lagi.
Baca Juga: Edgar Berlanga Menang KO: Aku 1.000 Persen Siap Lawan Canelo
Itulah yang dilakukan Clay - atau yang coba dilakukannya. Namun, Liston kini menyerang dan mendaratkan sebuah hook kiri keras ke arah rahang sang penantang muda. Namun Clay menepisnya, dan pada akhir ronde, ia kembali berdiri dan menyarangkan jab-nya. Momen tersebut telah berlalu, dan saat ia berjalan perlahan kembali ke pojokan di akhir ronde, Liston nampaknya dapat merasakannya.
Pada ronde keenam, Clay terus menombak Liston dengan tinju kiri dan kanan, sang juara kini mengikutinya dengan setengah hati dan tidak banyak melakukan serangan. Dan saat ronde berakhir, Liston berjalan dengan susah payah ke bangkunya, duduk, dan tetap di sana.
Cassius Clay adalah juara dunia kelas berat. Karena ini adalah tinju, dan terutama karena hubungan mafia Liston, ada dan masih ada keraguan tentang hasilnya, seperti yang terjadi pada pertandingan ulang 15 bulan kemudian.
Namun Clay tidak peduli.
"Saya tidak memiliki bekas luka di wajah saya, dan saya mengecewakan Sonny Liston, dan saya baru saja berusia dua puluh dua tahun," serunya kepada Howard Cosell di atas ring setelahnya. Saya harus menjadi yang terhebat ... Saya mengguncang dunia! Saya adalah raja dunia!"
Keesokan harinya, Clay mengumumkan bahwa ia adalah anggota Nation of Islam dan sekarang menjadi Cassius X; dalam waktu seminggu, ia telah menjadi Muhammad Ali. Dunia tinju tidak akan pernah sama lagi.
(aww)
Lihat Juga :