alexametrics

Tekad si Kembar Lena dan Leni untuk Indonesia

loading...
Tekad si Kembar Lena dan Leni untuk Indonesia
Tekad si Kembar Lena dan Leni untuk Indonesia
A+ A-
JAKARTA - Atlet kembar sepak takraw tim putri Indonesia Lena dan Leni menjadi salah satu harapan peraih medali dari cabang sepak takraw di Asian Games 2018.

Kedua perempuan asal Indramayu ini berharap bisa memberikan prestasi membanggakan bagi tim Merah Putih selaku tuan rumah. Perjuangan Lena dan Leni sebenarnya tidak mudah untuk menjadi atlet sepak takraw. Awalnya, mereka ikut cabor itu karena keadaan kehidupan. Karena, ayahnya, Surtina, hanyalah buruh tani. Semen tara ibunya, Toniah, cuma ibu rumah tangga.

Kondisi ekonomi keluarga Lena-Leni boleh dibilang sederhana. Si kembar bahkan sempat dibujuk orang tuanya agar menjadi tenaga kerja wanita (TKW) dibandingkan melanjutkan sekolah. Itu karena orang tua mereka tidak menyanggupi biaya sekolah untuk dua anak sekaligus. Tapi, Lena dan Leni kompak menolak. Mereka punya prinsip bahwa pendidikan tetap yang utama.

Masalah biaya memang menjadi kendala. Namun, Lena dan Leni menutupinya dengan menjadi buruh cuci. Mereka rela mencuci piring di kantin SMP demi uang saku. Ketika mereka sudah lulus dan akan melanjutkan pendidikan ke SMA, Lena dan Leni dihadapkan pada permasalahan yang sama: biaya pendidikan. Di sinilah pertama kali sepak takraw mengubah jalan hidup si kembar. Mereka pertama kali mempelajari sepak takraw pada 2006. “Pengen sekolah sampe SMA sehingga ikut sepak takraw. Soal nya, di SMA itu atlet-atlet takraw digratiskan sekolahnya. Jadi, kami pun ikut,” ujar Lena.

Si kembar cukup beruntung dapat bersekolah tanpa biaya berkat sepak takraw. Namun, biaya yang ditanggung hanya iuran bulanan. Peralatan untuk sekolah dan latihan, harus punya masing-masing. Lena dan Leni tidak kehabisan akal. Beruntung keduanya bertetangga dengan pemilik pengepul barang bekas. Mereka tahu betul jadwal kegiatan di sana.

Jika ada barang bekas yang tidak dapat diolah, biasanya si tetangga membuang barang-barang tersebut di dekat tanggul sungai. Kerja keras serta pengorbanan Lena dan Leni membuahkan hasil. Mereka akhirnya bisa mengikuti beberapa kejuaraan mulai dari kejuaraan antarpelajar, antardaerah, hingga pekan olahraga daerah. Lena dan Leni memukau para hadirin dengan aksi dan kemampuan mereka.

Hingga 2007, si kembar diboyong dari Indramayu ke Ibu Kota untuk mengikuti seleksi nasional. Mereka akhirnya secara resmi menyandang status atlet nasional di tahun yang sama. Terhitung sejak 2007, sudah banyak prestasi yang diraih, mulai dari medali perunggu Asian Games 2014 di Incheon hingga meraih medali emas di Kingís Cup (turnamen paling bergengsi sepak takraw) pada 2016.

Kini, si kembar mengaku siap bertanding di Asian Games 2018. “Saya sangat antusias dan sudah tidak sabar bertanding di atas lapangan,” ungkap Lena.
(don)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak