alexametrics

Beckham: Tak Ada Krisis di Madrid

loading...
Beckham: Tak Ada Krisis di Madrid
Mantan gelandang Real Madrid David Beckham saat membagi ilmu dengan pemain muda dalam klinik sepak bola AIA di SCG Muangthong United Football Club, Bangkok, Thailand, Sabtu (3/11/2018). Beckham menyebut tak ada krisis di Madrid/Foto/Reuters/Athit Perawong
A+ A-
BANGKOK - Mantan gelandang Real Madrid David Beckham tak pernah berpikir bekas klub yang dibelanya itu mengalami tanda-tanda krisis. Beckham percaya Los Blancos segera bangkit dari performa buruk mereka saat ini.

Madrid akan menjamu Real Valladolid pada jornada 11 La Liga Spanyol 2018/2019 di Santiago Bernabeu, Sabtu (3/11/2018) pukul 22.15 WIB. Ini laga kedua pelatih sementara Santiago Solari yang menggantikan Julen Lopetegui yang dipecat setelah Madrid dipukul telak 1-5 dalam El Clasico kontra Barcelona.

Solari membawa Madrid menang 4-0 atas Melilla pada leg pertama babak 32 besar Copa del Rey, Kamis (1/11/2018). Dia diharapkan bisa menghidupkan kembali sang juara Eropa yang sedang sakit, yang saat ini bertengger di peringkat 9 klasemen La Liga dan tanpa kemenangan liga sejak 22 September.



"Saya tidak akan mengatakan itu adalah krisis," kata Beckham kepada wartawan di Bangkok di mana dia menjadi tuan rumah sebuah klinik sepak bola pemuda.

"Ketika Anda telah begitu sukses dan Anda memiliki beberapa pertandingan yang tidak Anda mainkan dengan baik, tentu orang-orang mulai membicarakannya. Tetapi, mereka akan baik-baik saja."

Beckham bermain selama empat tahun di Real Madrid dari 2003 hingga 2007, memenangkan gelar liga dengan klub di musim terakhirnya sebagai salah satu era Los Galacticos.

Madrid memenangkan gelar Liga Champions ke-13 di bawah mantan rekan setim Beckham, Zinedine Zidane, musim lalu sebelum pelatih asal Prancis itu memutuskan mundur dan digantikan Lopetegui.

"Real Madrid sedang mengalami perubahan," kata Beckham. "Saya pikir semua tim besar melewati masa-masa sulit."

Klub-klub Eropa seperti Madrid masih mendominasi sepak bola dunia. Beckham mengatakan butuh bertahun-tahun "kerja keras" untuk mendapatkan tim Asia hingga mendekati level yang sama.

"Saya pikir itu kuncinya akar rumput, sistem akademi, dan pelatih. Mendapatkan pelatih yang tepat dan memulai anak-anak dari usia yang sangat muda dan mereka dapat terus menjadi atlet profesional dan pemain profesional," kata sosok berusia 43 tahun itu, yang kini menjadi co-owner klub Inter Miami di Amerika Serikat.

"Di situlah semuanya dimulai, struktur sistem akademi dan memiliki pelatih yang tepat. Kemudian, semuanya bisa menjadi sukses tetapi butuh waktu, Anda harus bersabar."
(sha)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak