Murid Bertemu Mentor, Garis Nasib yang Tak Terbayangkan Nagelsmann
Selasa, 18 Agustus 2020 - 17:04 WIB
loading...
A
A
A
"Thomas (Tuchel) menyukai apa yang saya lakukan dan itu adalah salah satu langkah pertama dalam perjalanan menjadi pelatih kepala,” imbuhnya. (Lihat Grafis: Dua Tim Prancis dan Jerman Kuasai Semifinal Liga Champions ).
"Saya tidak pernah membayangkan itu akan mengarah ke semifinal Liga Champions dan bermain melawan Thomas Tuchel."
Nagelsmann belajar ilmu olahraga serta mendapatkan kualifikasi kepelatihannya dan bergabung dengan staf kepelatihan Hoffenheim dan pada 2016. Kemudian klub itu menjadikannya sebagai pelatih termuda di Bundesliga, memberinya jabatan teratas pada usia 28 tahun. (Baca juga: Bawa Inter ke Final Liga Europa, Kenapa Lukaku Malah Puji Man United ).
Dia mulai menyelamatkan klub dari degradasi sebelum melonjak luar biasa ke posisi keempat Bundesliga pada musim berikutnya dan lolos ke Liga Champions untuk pertama kalinya dalam sejarah klub.
Kemudian Nagelsmann bergabung dengan Leipzig tahun lalu dan terus tampil mengesankan dengan cara dia mengatur timnya dan kemampuannya untuk menemukan titik lemah lawan mereka. (Baca juga: Lautaro Martinez: Campuran Pemain Muda dan Berpengalaman, Bikin Kami Lebih Kuat ).
"Saya tidak pernah membayangkan itu akan mengarah ke semifinal Liga Champions dan bermain melawan Thomas Tuchel."
Nagelsmann belajar ilmu olahraga serta mendapatkan kualifikasi kepelatihannya dan bergabung dengan staf kepelatihan Hoffenheim dan pada 2016. Kemudian klub itu menjadikannya sebagai pelatih termuda di Bundesliga, memberinya jabatan teratas pada usia 28 tahun. (Baca juga: Bawa Inter ke Final Liga Europa, Kenapa Lukaku Malah Puji Man United ).
Dia mulai menyelamatkan klub dari degradasi sebelum melonjak luar biasa ke posisi keempat Bundesliga pada musim berikutnya dan lolos ke Liga Champions untuk pertama kalinya dalam sejarah klub.
Kemudian Nagelsmann bergabung dengan Leipzig tahun lalu dan terus tampil mengesankan dengan cara dia mengatur timnya dan kemampuannya untuk menemukan titik lemah lawan mereka. (Baca juga: Lautaro Martinez: Campuran Pemain Muda dan Berpengalaman, Bikin Kami Lebih Kuat ).
Lihat Juga :