alexametrics

Jamuan Timnas U-22 di Istana Kepresidenan

Dapat Bonus hingga Minta Jadi PNS

loading...
Dapat Bonus hingga Minta Jadi PNS
Dapat Bonus hingga Minta Jadi PNS. (SINDOphoto).
A+ A-
JAKARTA - Marinus Maryanto Wanewar dan Osvaldo Hay seolah tidak berhenti tersenyum. Begitu pula para punggawa Timas U-22 lainnya. Wajah-wajah memancarkan kesemringahan atas kebahagiaan bertubi-tubi yang mereka rasakan setelah sukses mempersembahkan gelar juara Piala AFF 2019 Selasa (26/2) lalu di Kamboja.

Suasana ceria ini langsung mengemuka saat mereka tiba di Istana Kepresidenan , Jakarta, dan berlanjut hingga mereka bertatap muka dengan Presiden Joko Widodo. Mereka mendapatkan kesempatan menginjakkan kakinya ke Istana setelah mendapat udangan jamuan Presiden. Selain pemain, hadir pula pelatih Indra Sjafri dan para ofisial.

Sebelum tiba di Istana sekitar pukul 09.30 WIB, rombongan sempat diarak melewati jalan protokol Ibu Kota dengan bus bertingkat dengan atap terbuka bertuliskan Indonesia Juara. Sepanjang Hotel Sultan, Senayan menuju Istana Negara, mereka mengangkat trofi juara untuk diperlihatkan kepada masyarakat yang berada di jalur arak-arakan.



Tepat pukul 10.15 WIB, rombongan diterima Jokowi di Beranda Istana Merdeka. Dalam pertemuan tersebut hadir juga Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrowi, Sekretrais Kabinet Pramono Anung, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI Ratu tisha Destria, Sekretaris Menpora (Sesmenpora) Gatot S Dewa Broto.

Kepada para pemain dan ofisial, Jokowi mengaku langsung diundang ke Istana Kepresidenan setelah mendengar kabar Indonesia menundukan Thailand dengan skor 2-1. “Saya dan seluruh rakyat Indonesia merasa sangat bangga sekali atas prestasi dari ini generasi baru sepak bola Indonesia. Yang kita harapkan kebangkitan sepak bola Indonesia dimulai dari titik ini,” ujar Jokowi, kemarin.

Kebahagian mereka pun kian menyeruak begitu tanpa basa-basi Jokowi mengatakan akan menambah bonus yang sudah mereka terima.

“Kemarin Pak Menpora memberi bonus berapa? Masing-masing pemain Rp. 65 juta. Ya sudah dari saya masing-masing pemain Rp 200 juta. Saya rasa itu. Oh iya pelatih dan asisten pelatih juga dapat. Dokternya juga dapat,” tuturnya.

Sebelumnya para pemain sudah mendapatkan gelontoran bonus dari Menpora dengan nilai Rp65 juta untuk 23 pemain U-22 yang diberikan secara simbolis saat Menpora menyambut kedatangan mereka di Bandara Soekarno–Hatta Rabu malam (27/2). Total yang diberikan -termasuk untuk pelatih dan ofisial- sebesar Rp2,1 miliar.

Bonus lumayan diguyurkan ke para pemain Timnas U-22 ini karena Jokowi memiliki harapan yang tinggi pada garuda muda ini. MantanWalikota Solo itu ingin prestasi ini tidak berhenti di ajang AFF saja. Ada ajang-ajang kejuaraan sepak bola lainnya yang juga diharapkan dapat dimenangi Tim U-22.

Selain panen bonus, para pemain muda tersebut juga berbahagia karena bisa mengungkapkan berbagai unek-unek yang dipendamnya. Uniknya permintaan yang diajukan sama sekali tidak berkaitan dengan sepak bola. Misalnya saja Pemain Sayap Timnas U-22 Osvaldo Haay yang mengungkapkan bahwa ada teman-temannya yang ingin menjadi polisi dan pegawai negeri sipil (PNS).

“Saya sendiri kuliah. Mungkin (ada) rekomendasi karena sudah tinggalkan kuliah lama. Kalau bisa ya PNS,” pintanya. Presiden pun merespons sambil berkelakar. “Ini menggunakan kesempatan namanya,” timpal Jokowi.

Permintaan yang tak jauh berbeda juga diungkapkan Kaptem Timnas U-22 Bagas Adi Nugraha. Bagas membenarkan bahwa ada teman-temannya yang ingin menjadi PNS, polisi dan TNI. Bahkan menurutnya saat ini ada anggota Timnas U-22 merupakan anggota kepolisian. “Dari saya sendiri, mungkin dari teman saya, mereka ada yang anggota polisi. Diangkat lebih naik pangkatnya pak,” ucap Bagas.

Permintaan Bagas itu sontak direspons sorak sorai oleh pemain lain. Presiden pun mengatakan akan menindaklanjuti permintaan tersebut.“Saya urus nanti yang TNI sama polisi,” kata Jokowi.

Permintaan berbeda diungkapkan Marinus Wanewar. Marinus tak meminta hal-hal berkaitan dengan karir, tapi nasib kampung halamannya. Pemuda asal Sarmi Papua ini meminta agar pemerintah mmemperbaiki jalan di kampungnya yang jelek.

“Di sana kurang transportasi. Jalan-jalannya masih jelek. Pembangunan belum bagus. Mudah-mudahan lebih bagus dari tempat lainnya,” ujarnya. Jokowi pun merasa heran dengan permintaan Marinus karena berkaitan dengan infrastruktur. “Oh bukan urusan sepak bola, urusan jalan,” tutur Jokowi singkat.

Sementara itu Pelatih Timnas U-22 Indra Sjafri juga tidak dapat menyembunyikan kegembiraannya. Dia mengatakan telah menyumbangkan dua trofi juara bagi Indonesia, tapi kali terasa berbeda.

“Ini trofi kedua bagi saya. Tapi ada perbedaan pak presiden. Tahun 2013 saya juara AFF U-19 tapi tidak dipanggil ke Istana. Tapi hari ini dipanggil, terima kasih banyak, Pak. Secara pribadi kami mengucapkan terima kasih dan bersama tim sudah diundang ke sini,” ungkapnya. (Dita Angga)
(nfl)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak