Catatan Kritis Komisi X DPR untuk PSSI Gara-gara Pemain Naturalisasi

Senin, 03 Juni 2024 - 14:43 WIB
loading...
Catatan Kritis Komisi...
Anggota Komisi X DPR RI Putra Nababan memberikan catatan kritis kepada PSSI terkait keberadaan pemain naturalisasi di Timnas Indonesia / Foto: Dok. SINDOnews
A A A
Anggota Komisi X DPR RI Putra Nababan memberikan catatan kritis kepada PSSI terkait keberadaan pemain naturalisasi di Timnas Indonesia. Dia mendesak agar mayoritas pemain asli Indonesia harus dimainkan dibanding naturalisasi saat tim Skuad Garuda berlaga.

Permintaan itu disampaikan Putra saat rapat kerja (raker) Komisi X DPR RI bersama Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo dan Sekjen PSSI Yunus Nusi, di ruang rapat Komisi X DPR RI Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Senin (3/6/2024).

Putra Nababan berkata, Komisi X DPR RI mempertimbangkan masalah politik dan kepercayaan publik bila bicara pemain naturalisasi. Untuk itu, ia meminta mayoritas pemain asli Indonesia bisa diturunkan saat laga timnas dibanding pemain naturalisasi.

Baca Juga: Statistik Impresif Jay Idzes Bersama Venezia, Pemain Timnas Indonesia Pertama di Serie A

"Ya tadi kan mayoritas anggota DPR meminta hal itu. Saya meminta kalau bisa 60 persen dari mereka yang bermain itu kalau bisa pemain nasional. Ya jangan melulu di lapangan 60 persen pemain naturalisasi, jangan di balik atas kemenangan dan sebagainya, itu di balik," kata Putra.

Apalagi, kata Putra, tak semua pemain naturalisasi diturunkan saat timnas berlaga. Berdasarkan catatannya, kata Putra, ada tujuh pemain naturalisasi yang tidak dimainkan Timnas Indonesia sejak 2010. Ia pun meminta, pemain asli Indonesia dapat diturunkan saat timnas berlaga.

"Jadi ini yang bu pimpinan beri kesempatan ke saya, oleh-oleh ke pemerintah dan PSSI beberapa catatan kritis, supaya ada ekspetasi, ada rasa optimisme dari anak-anak Indonesia," kata Putra.

Baca Juga: Jay Idzes Bantu Venezia Promosi ke Liga Italia, Akankah Dilirik Timnas Belanda?

"Saya tak katakan bahwa yang naturalisasi tak Indonesia karena mereka sudah Indonesia. Tetapi dari anak-anak yang lahir besar, ingin harumkan bangsa kita itu, mereka punya kesempatan dan betul-betul disupport oleh organisasi keolahragaan di Indonesia," tandasnya.

Merespon itu, Menpora Dito Ariotedjo menjelaskan bahwa naturalisasi pemain keturunan Indonesia merupakan strategi jangka pendek. Ia berkata ada perbedaan proses naturalisasi 2010 dengan saat ini

"Ketika itu (2010) naturalisasi hanya untuk klub, dan saat ini untuk kepentingan timnas. Saat ini juga pemain yang dinaturalisasi merupakan pemain yang wajib memiliki darah Indonesia," kata Dito.

Dito mengapresiasi bagi pemain yang bersedia pindah status kewarganegaraan Indonesia. Ia mengatakan, pihaknya bersama PSSI juga terus menjalankan strategi jangka menengah dan panjang.

"Kita dari Kemenpora bersama PSSI juga tak diam untuk jangka menengah dan panjang di mana saat ini program dari segi kejuaraan itu masif dikakukan bahkan dari U-10. Dan penguatan SDM kepelatihan juga banyak kami lakukan, bekerja sama dengan fakuktas universitas negeri maupun swasta keolahragaan. Dan saya rasa juga di PSSI juga fokus penguatan liga," kata Dito.
(yov)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Asprov PSSI Banyak Dipimpin...
Asprov PSSI Banyak Dipimpin Plt Ketua, Tata Kelola Federasi Dipertanyakan
Persipura Dihukum Tanpa...
Persipura Dihukum Tanpa Penonton selama Satu Musim, Ini Respons Mutiara Hitam
Timnas Indonesia Mau...
Timnas Indonesia Mau Tambah 5 Pemain Naturalisasi Baru
Terancam Sanksi Komdis...
Terancam Sanksi Komdis Buntut Kasus Tendangan Kungfu, Fadly Alberto Masih Punya Mimpi
Jelang HUT ke-96 PSSI:...
Jelang HUT ke-96 PSSI: Forum Water Break Tegaskan Target Realistis Menuju Piala Dunia 2030
PSSI Buka Kemungkinan...
PSSI Buka Kemungkinan Naturalisasi Eks Pemain Timnas Australia U-19 Luke Vickery
Beasiswa Keolahragaan...
Beasiswa Keolahragaan LPDP-Kemenpora 2026 Kembali Dibuka, Kuliah S2-S3 Gratis
Ratusan Kepsek di Sulsel...
Ratusan Kepsek di Sulsel Mundur Buntut Temuan BPK Terkait Dana BOS, DPR Dorong Evaluasi
AMI: Kebudayaan sebagai...
AMI: Kebudayaan sebagai Solusi Krisis Kepribadian Bangsa
Special Bola
Baru 21 Tahun, Victor...
Liga Indonesia
Baru 21 Tahun, Victor Dethan Dijadikan Andalan Shin Tae-yong di Persija Jakarta?
Target Victor Dethan...
Liga Indonesia
Target Victor Dethan di Persija Jakarta: Antar Macan Kemayoran Juara Super League!
Pria Ini Jual Unta demi...
Bola Dunia
Pria Ini Jual Unta demi Saksikan Laga Timnas Argentina vs Yordania di Piala Dunia 2026
Rekomendasi
Pacu Kinerja Bisnis,...
Pacu Kinerja Bisnis, Indo Artha Multitek Kenalkan Teknologi Layanan Haji
Tak Bisa Ditunda, Tata...
Tak Bisa Ditunda, Tata Kelola, Dana, dan Independensi PBNU Harus Dibenahi
Silaturahmi di Lampung,...
Silaturahmi di Lampung, Jokowi: Aku Masih Seperti yang Dulu
Berita Terkini
Afrika Selatan Tersingkir,...
Afrika Selatan Tersingkir, Kanada Lolos ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Pelatih Portugal Kesal...
Pelatih Portugal Kesal Ronaldo Diminta Diistirahatkan: Itu Kekanak-kanakan!
AEF/MANTENA Cup 2026...
AEF/MANTENA Cup 2026 Dorong Prestasi Berkuda dan Sport Tourism Indonesia
All-Stars Kudus Pertahankan...
All-Stars Kudus Pertahankan Gelar MLSC All-Stars, 34 Talenta Terbaik Siap Tampil di SingaCup 2026
Ketum PB WI Airlangga...
Ketum PB WI Airlangga Hartarto: Pendanaan Pelatnas Jangka Panjang Kunci Ciptakan Generasi Juara
Ketum PB Akuatik Optimistis...
Ketum PB Akuatik Optimistis Skema Anggaran Pelatnas Multiyears Lahirkan Atlet Berprestasi
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved