Petenis Roger Federer Terima Gelar Doktor Kehormatan
Jum'at, 14 Juni 2024 - 20:00 WIB
loading...
A
A
A
Bahkan ia sempat berkelakar bahwa mengalami kesulitan memakai jubah karena selama 35 tahun terbiasa mengenakan celana pendek tenis.
Federer yang meninggalkan bangku sekolah pada usia 16 tahun dan tidak melanjutkan pendidikan ke universitas bersyukur baru saja pensiun dari dunia olahraga yang membuatnya menjadi sosok baru, yakni selebritas."Apa yang akan Anda lakukan ketika tidak lagi menjadi pemain tenis profesional? Ketidakberdayaan adalah sebuah mitos," katanya.
Inti pidatonya mengajak semua orang untuk tidak menyerah ketika menjalani semua fase hidup. Federer menceritakan sejatinya apa yang ia raih berawal dari kerja keras."Saya menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk merengek, mengumpat, melempar raket sampai saya belajar untuk tetap tenang," kata pemain asal Swiss ini.
Baca Juga: Nadal Kenang 17 Tahun Rivalitas vs Roger Federer
Ia juga membagikan cerita tentang satu pertandingan paling berkesan dalam kariernya, yakni final Wimbledon 2008 melawan Rafael Nadal. Publik sampaimenyebutnya sebagai pertandingan terhebat sepanjang masa. “Dengan segala hormat kepada Rafa, saya pikir akan lebih baik jika saya menang," kata Federer.
Federer yang meninggalkan bangku sekolah pada usia 16 tahun dan tidak melanjutkan pendidikan ke universitas bersyukur baru saja pensiun dari dunia olahraga yang membuatnya menjadi sosok baru, yakni selebritas."Apa yang akan Anda lakukan ketika tidak lagi menjadi pemain tenis profesional? Ketidakberdayaan adalah sebuah mitos," katanya.
Inti pidatonya mengajak semua orang untuk tidak menyerah ketika menjalani semua fase hidup. Federer menceritakan sejatinya apa yang ia raih berawal dari kerja keras."Saya menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk merengek, mengumpat, melempar raket sampai saya belajar untuk tetap tenang," kata pemain asal Swiss ini.
Baca Juga: Nadal Kenang 17 Tahun Rivalitas vs Roger Federer
Ia juga membagikan cerita tentang satu pertandingan paling berkesan dalam kariernya, yakni final Wimbledon 2008 melawan Rafael Nadal. Publik sampaimenyebutnya sebagai pertandingan terhebat sepanjang masa. “Dengan segala hormat kepada Rafa, saya pikir akan lebih baik jika saya menang," kata Federer.