Euro 2024: Merih Demiral Kena Sanksi akibat Selebrasi Serigala
Jum'at, 05 Juli 2024 - 19:00 WIB
loading...
A
A
A
UEFA langsung bergerak cepat dengan melakukan investigasi terhadap selebrasi yang dilakukan. Federasi Sepak Bola Eropa ini dikabarkan sudah menjatuhkan hukuman kepada Demiral berupa larangan bermain dalam dua pertandingan.
Artinya, Demiral akan absen saat Turki menghadapi Belanda pada babak perempat final Piala Eropa 2024. Pertandingan akan digelar di Stadion Olimpiade Berlin, Minggu (7/7/2024) dini hari WIB. Ia juga harus absen jika Turki mampu melaju ke semifinal. Di mana Ay-Yıldızlılar akan menghadapi pemenang antara Inggris atau Swiss di babak empat besar.
Baca Juga: Wonderkid Euro 2024 Arda Guler Diragukan Tampil Saat Turki Jumpa Portugal
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Jerman, Nancy Faeser juga mengutuk selebrasi kontroversial yang dilakukan Dermial. Melalui laman X pribadinya, Faeser menuliskan tidak ada tempat untuk rasisme dalam pertandingan di Jerman.
“Simbol ekstremis sayap kanan Turki tidak memiliki tempat di stadion kami. Menggunakan kejuaran Piala Eropa sebagai platform rasisme sama sekali tidak bisa diterima. Kami berharap UEFA menyelidiki kasus ini dan mempertimbangkan sanksi.”
Artinya, Demiral akan absen saat Turki menghadapi Belanda pada babak perempat final Piala Eropa 2024. Pertandingan akan digelar di Stadion Olimpiade Berlin, Minggu (7/7/2024) dini hari WIB. Ia juga harus absen jika Turki mampu melaju ke semifinal. Di mana Ay-Yıldızlılar akan menghadapi pemenang antara Inggris atau Swiss di babak empat besar.
Baca Juga: Wonderkid Euro 2024 Arda Guler Diragukan Tampil Saat Turki Jumpa Portugal
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Jerman, Nancy Faeser juga mengutuk selebrasi kontroversial yang dilakukan Dermial. Melalui laman X pribadinya, Faeser menuliskan tidak ada tempat untuk rasisme dalam pertandingan di Jerman.
“Simbol ekstremis sayap kanan Turki tidak memiliki tempat di stadion kami. Menggunakan kejuaran Piala Eropa sebagai platform rasisme sama sekali tidak bisa diterima. Kami berharap UEFA menyelidiki kasus ini dan mempertimbangkan sanksi.”
(msf)
Lihat Juga :