alexametrics

Demi Wujudkan Ambisi, Zverev Akan Waspada Hadapi Lawannya

loading...
Demi Wujudkan Ambisi, Zverev Akan Waspada Hadapi Lawannya
Demi Wujudkan Ambisi, Zverev Akan Waspada Hadapi Lawannya
A+ A-
HALLE - Alexander Zverev mengaku akan mewaspadai seluruh lawan yang dia hadapi di Halle Terbuka 2019. Untuk itu, petenis asal Jerman tersebut tidak akan meremehkan lawannya Steve Johnson pada babak kedua di Gerry Webber Stadion, hari ini. Hal ini dilakukan Zverev demi menjaga ambisinya meraih gelar juara tetap aman.

Penampilan Zverev sepanjang musim ini memang tidak terlalu mengesankan. Dia baru mendapatkan satu gelar yang diraihnya di Geneva Terbuka pada Mei lalu. Selain itu, petenis berusia 22 tahun ini selalu mendapatkan hasil kurang bagus dalam beberapa turnamen terakhirnya, termasuk kandas pada babak pertama di Stutgart Terbuka, pekan lalu.

Dengan modal tersebut, tentu membuat Zverev butuh perjuangan keras lagi untuk bisa mencapaikan hasil baik di turnamen ini.
Hasilnya, dia langsung merebut kemenangan pertamanya pada babak pertama dengan mengalahkan petenis Belanda Robin Haase dua set langsung 6-7, 7-5. Itu merupakan kemenangan keempat dari enam pertemuannya.



Selanjutnya Zverev dipastikan tidak akan mudah kembali mendapatkan kemenangan. Pasalnya, Johnson sedang dalam kepercayaan diri tinggi seusai mengakhiri tiga kekalahan beruntun dengan mengalahkan petenis Jerman Philipp Kohlschreiber 6-3, 6-3. Bahkan, Johnson mendapatkan 13 acedan memenangkan 85% poin servis pertamanya (29/34) dan tidak pernah menghadapi break point.

“Dia (Johnson) adalah seseorang yang memiliki servis luar biasa, permainan lapangan rumput yang bagus. Dia telah memenangkan beberapa turnamen rumput. Dia memiliki forehandbaik dan irisan yang sangat bagus. Dia mengalahkan Philipp dengan straight set. Ini tidak akan menjadi pertandingan mudah, karena tidak ada pemain yang buruk di sini,” ucap Zverev dilansir atptour.

Selain itu, Zvever juga mengungkapkan untuk bisa menjadi juara memang sangat berat di Halle Terbuka. Pasalnya, dia menilai Roger Federer yang sudah meraih sembilan gelar juara tetap menjadi favorit utama di turnamen itu. Namun, petenis kelahiran Hamburg, 20 April 1997, ini akan mencoba meraih hasil terbaik.

Petenis berperingkat lima dunia itu juga merasa senang bisa bermain kembali di Halle tahun ini. Pasalnya, Zverev ternyata memiliki kenangan manis di turnamen negara kelahirannya tersebut. Dia pernah dua kali menjadi runner upyang terjadi pada 2016 (kalah dari Florian Mayer) dan 2017 (kalah dari Federer). Bukan hanya itu, dia juga berhasil mencapai dua kali final ketika bermain ganda (berpasangan dengan Mischa Zverev) pada tahun yang sama.

“Saya sudah empat kali di final turnamen ini, dua kali di tunggal, dan dua di ganda. Sekarang saya ingin memenangkan final dan gelar juara di sini,” ucap Zverev. “Suasana hati, suasana di lapangan utama, itu selalu menjadi fantastis. Energi yang saya dapatkan semakin memotivasi Anda. Selalu menyenangkan untuk kembali ke Halle,” ujarnya.

Sementara itu, Johnson berada dalam kondisi positif seusai mengalahkan salah satu petenis andalan tuan rumah, Philipp Kohlschreiber dua set langsung 6-3, 6-3. Capaian ini tentu menjadi modal positif untuk bertemu Zverev. Apalagi Johnson sukses mengalahkan Zverev 7-6, 7-6 pada pertemuan terakhirnya di babak kedua Miami Terbuka 2016.
(don)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak