Perjalanan Luar Biasa TJ Doheny Menantang Monster KO Naoya Inoue
Senin, 26 Agustus 2024 - 13:13 WIB
loading...
A
A
A
''Dia memiliki sejarah yang sangat panjang di Jepang dan dia mencapai puncaknya pada waktu yang tepat. Saya pikir dia akan mengejutkan banyak orang. Inoue tidak pernah benar-benar terpukul karena dia sangat bagus. TJ membawa banyak hal ke dalam permainan dan ia harus mencoba untuk menghajarnya dan membuatnya kesulitan, karena ia tidak akan bisa mengalahkannya. Ia tidak akan rugi. Ia akan tampil dengan santai dan nyaman.”
Gibbons mengatakan bahwa Doheny berada di titik terendah dalam hidupnya saat mengalami kekalahan baru-baru ini, dan dipaksa untuk mempertahankan pekerjaannya sembari menangani masalah lain di luar ring. Kekalahan pertama dalam karirnya terjadi saat ia mempertahankan gelar kedua yang penuh semangat pada tahun 2019 melawan Daniel Roman melalui keputusan mayoritas.
Kekalahan tersebut mengawali rentetan 2-4 bagi Doheny, termasuk kekalahan melalui keputusan juri saat menghadapi Ionut Baluta pada tahun 2020, Michael Conlan pada tahun 2021 dan Sam Goodman pada tahun 2023. Namun, pada usia 37 tahun, Doheny nampaknya telah berbalik arah setelah tiga kemenangan besar di Jepang, dimana terdapat pembicaraan tentang “status mitos” yang dimilikinya di negara tersebut.
Ia kini harus mengerahkan seluruh kemampuannya untuk menghadapi Inoue, yang baru saja meraih kemenangan pada ronde keenam saat menghadapi Luis Nery di bulan Mei lalu. Doheny mengalahkan Bayogos pada laga pendukung; Inoue mengalami knockdown pertama dalam kariernya saat melawan Nery, namun ia mampu memulihkan diri dengan cepat dan melibas lawannya itu.
Tanpa rencana untuk naik ke divisi 126 kilogram, dan setelah menundukkan para atlet terbaik dalam divisi ini, Doheny adalah atlet berikutnya yang akan menghadapi Inoue. ''Saya mengharapkan sebuah laga yang bagus dan penuh semangat, namun menurut saya, tidak ada seorang pun dalam divisi tersebut yang dapat mengalahkan The Monster,” kata co-promotor Inoue, Bob Arum, yang pada awal tahun ini mengatakan bahwa sang penguasa divisi ini adalah salah satu petarung terhebat yang pernah ia lihat.
Baca Juga: Biodata dan Agama TJ Doheny, Petinju Irlandia Penantang Naoya Inoue di Tokyo 3 September 2024
Gibbons mengatakan bahwa Doheny berada di titik terendah dalam hidupnya saat mengalami kekalahan baru-baru ini, dan dipaksa untuk mempertahankan pekerjaannya sembari menangani masalah lain di luar ring. Kekalahan pertama dalam karirnya terjadi saat ia mempertahankan gelar kedua yang penuh semangat pada tahun 2019 melawan Daniel Roman melalui keputusan mayoritas.
Kekalahan tersebut mengawali rentetan 2-4 bagi Doheny, termasuk kekalahan melalui keputusan juri saat menghadapi Ionut Baluta pada tahun 2020, Michael Conlan pada tahun 2021 dan Sam Goodman pada tahun 2023. Namun, pada usia 37 tahun, Doheny nampaknya telah berbalik arah setelah tiga kemenangan besar di Jepang, dimana terdapat pembicaraan tentang “status mitos” yang dimilikinya di negara tersebut.
Ia kini harus mengerahkan seluruh kemampuannya untuk menghadapi Inoue, yang baru saja meraih kemenangan pada ronde keenam saat menghadapi Luis Nery di bulan Mei lalu. Doheny mengalahkan Bayogos pada laga pendukung; Inoue mengalami knockdown pertama dalam kariernya saat melawan Nery, namun ia mampu memulihkan diri dengan cepat dan melibas lawannya itu.
Tanpa rencana untuk naik ke divisi 126 kilogram, dan setelah menundukkan para atlet terbaik dalam divisi ini, Doheny adalah atlet berikutnya yang akan menghadapi Inoue. ''Saya mengharapkan sebuah laga yang bagus dan penuh semangat, namun menurut saya, tidak ada seorang pun dalam divisi tersebut yang dapat mengalahkan The Monster,” kata co-promotor Inoue, Bob Arum, yang pada awal tahun ini mengatakan bahwa sang penguasa divisi ini adalah salah satu petarung terhebat yang pernah ia lihat.
Baca Juga: Biodata dan Agama TJ Doheny, Petinju Irlandia Penantang Naoya Inoue di Tokyo 3 September 2024
Lihat Juga :