alexametrics

Liga HW Nasional Deklarasikan Anti Mafia Bola di PSSI

loading...
Liga HW Nasional Deklarasikan Anti Mafia Bola di PSSI
Peserta Liga HW Zona II (Pemain, Suporter), beserta Polri dan TNI menggelar Deklarasi Anti Mafia Bola. Foto: SINDONews/saladin ayyubi
A+ A-
PURWOKERTO - Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menjadi tuan rumah Liga Sepak Bola Hizbul Wathon (HW) 2019 Nasional zona 2 Jawa Tengah. Liga HW yang berlangsung mulai 30 November-2 Desember 2019 ini sukses digelar.

Pada acara penutupan, Rektor UMP Dr Anjar Nugroho bersama Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Sunanto, dan Peserta Liga HW Zona II (Pemain, Suporter), beserta Polri dan TNI menggelar Deklarasi Anti Mafia Bola bertajuk ‘Muhammadiyah untuk Bangsa, Sepak Bola untuk Indonesia’.

Mereka menuntut supaya para mafia bola pengatur skor pertandingan sepak bola segera ditangkap dan diadili.



Angkatan Muda Muhammadiyah dan perguruan tinggi Muhammadiyah siap dilibatkan dalam monitoring dan mengontrol kinerja PSSI. Siap bekerjasama dengan pemerintah dalam melakukan perbaikan pengelolaan sepak bola di Indonesia.

Rektro UMP Dr Anjar Nugroho yang juga Ketua Kwartir Wilayah HW Jawa Tengah saat ditemui media berharap sepak bola di Indonesia terus maju. “Jadi siapapun yang menghalangi kemajuan sepak bola Indonesia termasuk adanya mafia, dan pengatur skor dan lain sebagainya agar tidak kembali terjadi,” katanya.

Kerena, menurutnya, hal itu yang menyebabkan sepak bola di Indonesia menghambat kemajuannya. Menurutnya, Liga HW yang digelar di UMP ini sebagai salah satu upaya untuk mengembalikan peran Muhammadiyah dalam mengambil jalur dakwah melalui sepak bola.

“Kegiatan ini kami harapkan mampu jadi ladang dakwah Muhammadiyah dalam ranah sepak bola dan menghasilkan kader yang bukan cuma sehat rohani, namun juga sehat jasmani, serta dapat menghasilkan kader yang siap bersaing dalam kancah persepakbolaan baik itu di daerah maupun nasional,” jelasnya.

Menurutnya kegiatan tersebut sangat positif sebagai wadah kegiatan Kader Muda Muhammadiyah untuk mengingatkan kembali tentang nilai falsafah yang terkandung dalam sepak bola ini, terutama kerjasama dan loyalitas dalam tim.

Kedepannya Anjar berharap Liga HW akan terus berkembang serta dapat meningkatkan hingga mampu membuat lagi sekolah sepakbola liga HW. “Jadikan kegiatan ini sebagai sarana silaturahmi antar kader dan yang perlu diingat adalah tetap menjunjung sportivitas dalam setiap pertandingan,” jelasnya.

Ketua PP Pemuda Muhammadiyah, Sunanto mengatakan, melalui Angkatan Muda Muhammadiyahnya (AMM), Muhammadiyah mencoba menggelorakan kembali olah raga sepak bola di kalangan Muhammadiyah melalui Liga HW 2019.

“Liga HW ini dilaksanakan secara Nasional dengan empat Zona. Zona pertama di Jakarta, Zona kedua di UM Purwokerto, Jawa Tengah, zona tiga di Jawa Timur, dan Zona empat nanti di Jogja. Setiap juara grup dan runer up nanti akan kita ikutkan di Zona Tingkat Nasional,” jelasnya.

Dia menyatakan, digelarnya Liga HW ini dimaksudkan untuk mengembalikan peran Muhammadiyah dalam pengembangan olah raga sepak bola. ''Bagaimana pun, Muhammadiyah memiliki peran besar dalam sejarah awal perkembangan sepak bola Indonesia,'' katanya.

Peran Muhammadiyah pada awal perkembangan sepak bola di Tanah Air ini, dirintis oleh tokoh Muhammadiyah Ki Bagus Hadikusumo dengan mendirikan Kauman Voetbal Club (KVC) yang kemudian bermetamorfosis menjadi persatuan sepak bola Hizbul Wathan (PSHW).
(mir)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak