Ini Kekalahan yang Bikin Mourinho Nangis Bersama Real Madrid
Sabtu, 02 Mei 2020 - 15:05 WIB
loading...
Pelatih Tottenham Hotspur, Jose Mourinho memanfaatkan waktu luang akibat tidak adanya kompetisi dengan menjadi sukarelawan dan mengenang kembali masa lalu. Foto: reuters
A
A
A
LONDON - Saat ini tidak ada kompetisi sepak bola akibat pandemi virus Corona. Waktu luang ini dimanfaatkan Jose Mourinho dengan sebaik mungkin. Selain menjadi sukarelawan, pelatih Tottenham Hotspur itu juga mengenang kembali masa lalu.
Ketika menjalani isolasi mandiri di London, Marca berhasil menghubungi Mourinho untuk melakukan wawancara. Pada kesempatan itu, The Special One membahas memori musim 2011/2012 saat masih melatih Real Madrid.
Mourinho menyatakan Madrid pada saat itu sebagai yang terbaik di Eropa karena bisa mengalahkan Barcelona dalam perburuan gelar La Liga. Tapi, dia juga menyesali kegagalan Los Blancos merajai Liga Champions karena kalah adu penalti dari Bayern Muenchen.
Mantan nakhoda Manchester United (MU) itu pernah bertugas di Santiago Bernabeu selam tiga musim (2010-2013). Hanya menjuarai Copa del Rey pada debut musimnya, nakhoda asal Portugal itu membuktikan kapasitasnya dengan memenangi La Liga 2011/2012.
Pada edisi itu Madrid merebut posisi pertama dengan 100 poin, hasil 32 menang empat imbang dan dua kalah. Mereka unggul sembilan poin dari Barcelona. Meski catatan di El Clasico sama kuat, yakni satu menang dan satu kalah, Karim Benzema dkk bisa memaksa El Azulgrana gigit jari.
Ketika menjalani isolasi mandiri di London, Marca berhasil menghubungi Mourinho untuk melakukan wawancara. Pada kesempatan itu, The Special One membahas memori musim 2011/2012 saat masih melatih Real Madrid.
Mourinho menyatakan Madrid pada saat itu sebagai yang terbaik di Eropa karena bisa mengalahkan Barcelona dalam perburuan gelar La Liga. Tapi, dia juga menyesali kegagalan Los Blancos merajai Liga Champions karena kalah adu penalti dari Bayern Muenchen.
Mantan nakhoda Manchester United (MU) itu pernah bertugas di Santiago Bernabeu selam tiga musim (2010-2013). Hanya menjuarai Copa del Rey pada debut musimnya, nakhoda asal Portugal itu membuktikan kapasitasnya dengan memenangi La Liga 2011/2012.
Pada edisi itu Madrid merebut posisi pertama dengan 100 poin, hasil 32 menang empat imbang dan dua kalah. Mereka unggul sembilan poin dari Barcelona. Meski catatan di El Clasico sama kuat, yakni satu menang dan satu kalah, Karim Benzema dkk bisa memaksa El Azulgrana gigit jari.
Lihat Juga :