3 Alasan Asnawi Mangkualam Kurang Layak Jadi Kapten Timnas Indonesia

Rabu, 16 Oktober 2024 - 18:08 WIB
loading...
3 Alasan Asnawi Mangkualam...
Asnawi Mangkualam yang ditunjuk sebagai kapten dalam laga lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia antara Indonesia vs China menuai banyak kritik dari warganet / Foto: MANGKUALAM (@asnawi_bhr)
A A A
Asnawi Mangkualam yang ditunjuk sebagai kapten dalam laga lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia antara Indonesia vs China menuai banyak kritik dari warganet. Terlebih setelah dirinya dinilai tampil kurang baik dalam laga tersebut.

Nama Asnawi Mangkualam akhirnya kembali muncul dalam skuad utama Timnas Indonesia ketika bertandang ke China. Tidak tanggung-tanggung, ban kapten yang pada tiga laga sebelumnya berada di lengan Jay Idzes juga akhirnya kembali padanya.

Sayangnya kepercayaan besar tersebut gagal dibayar tuntas setelah Timnas Indonesia takluk juru kunci di grup C, 2-1. Ini menjadi kekalahan pertama Tim Garuda di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.

Baca Juga: Pengamat Sepak Bola: Perubahan Taktik Shin Tae-yong Tidak Jelas

Dalam laga tersebut, tim Merah Putih memang seakan buntu di lini depan karena tidak ada suplai bola yang bagus dari lini tengah. Hal ini membuat banyak orang mengkritik kebijakan Shin Tae yong yang merotasi pemain secara masif di laga ini.

Tidak hanya itu, Asnawi Mangkualam yang menjadi kapten di laga tersebut juga menjadi pusat perhatian. Bahkan banyak warganet yang menyebut jika sebaiknya ban kapten tetap berada di tangan Bang Jay.

Baca Juga: 3 Blunder Shin Tae Yong yang Bikin Timnas Indonesia Keok dari China

3 Alasan Asnawi Mangkualam Kurang Layak jadi Kapten

1. Bermain Biasa-Biasa Saja


Secara keseluruhan permainan Asnawi bersama timnas Indonesia sebenarnya terkesan biasa-biasa saja. Bahkan dirinya kerap kehilangan bola jika sudah mencapai wilayah pertahanan lawan.

Ketika melawan China, pemain berusia 25 tahun tersebut dinilai kurang memiliki kontribusi terhadap tim. Pergerakannya di sisi kiri seakan tidak dapat memberikan ancaman berarti pada lini belakang musuh.

Sementara dari sisi pertahanan, dirinya kerap terlambat turun dan memiliki jarak yang sangat jauh dengan bek tengan sebelah kanan milik Timnas Indonesia, Mees Hilgers.


2. Kurang Punya Pengaruh Terhadap Tim


Karena permainannya yang kurang menonjol inilah yang membuat Asnawi tidak membuahkan pengaruh positif terhadap keseluruhan tim. Mengingat kapten pada dasarnya adalah komando utama yang dapat dan mampu tampil di posisinya dengan baik.

Imbas dari kurangnya pengaruh seorang kapten ini dapat membuat serangan dan pertahanan suatu tim tidak terorganisir dengan baik.

3. Ada Kandidat yang Lebih Pantas


Asnawi sejak awal memang telah dipercaya sebagai kapten oleh Shin Tae yong untuk Timnas Indonesia, ketika belum dipenuhi oleh pemain naturalisasi dan abroad.

Namun seiring berjalannya waktu, kini sudah banyak pemain yang memiliki penampilan lebih baik di lapangan ketrimbang Asnawi. Tidak hanya itu, mereka juga memiliki pengalaman sebagai kapten di bawah Shin Tae yong.

Sebut saja seperti Rizky Ridho yang punya pengalaman sebagai kapten di timnas U-23, atau Jay Idzes yang telah dipercaya sebagai kapten sejak awal putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 bergulir.

Hal ini seharusnya menjadi fokus utama STY untuk kembali memikirkan keputusannya dalam penunjukkan kapten di timnas senior.

Meski begitu, Asnawi tidaklah bermain buruk dan menciptakan blunder berbahaya. Bahkan dirinya dikebal sebagai pemain yang paham taktik dan dkat dengan staf yang ada.

Namun kurangnya pengaruh yang diberikan pada tim inilah yang membuat Asnawi Mangkualam kurang pantas sandang ban kapten tersebut.
(yov)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
WOSPAC Paparkan Solusi...
WOSPAC Paparkan Solusi Menuju Piala Dunia dan Masa Depan Sepak Bola Indonesia
Prabowo Panggil John...
Prabowo Panggil John Herdman ke Hambalang, Bahas Roadmap Timnas Indonesia Menuju Piala Dunia 2030
Timnas Indonesia Gagal...
Timnas Indonesia Gagal ke Final Piala AFF U-19 Usai Dikalahkan Australia
Ranking FIFA Timnas...
Ranking FIFA Timnas Indonesia Naik usai Tumbangkan Mozambik?
Timnas Indonesia Tundukkan...
Timnas Indonesia Tundukkan Mozambik Lewat Gol Tunggal Ole Romeny
Babak Pertama: Gol Ole...
Babak Pertama: Gol Ole Romeny Bawa Timnas Indonesia Ungguli Mozambik
Indonesia Taklukkan...
Indonesia Taklukkan Mozambik Lewat Gol Tunggal Ole Romeny
Ada FIFA Matchday Indonesia...
Ada FIFA Matchday Indonesia Vs Mozambik, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan GBK
Latihan Timnas Indonesia...
Latihan Timnas Indonesia Jelang Hadapi Mozambik
Special Bola
Hasil Timnas Jerman...
Bola Dunia
Hasil Timnas Jerman vs Paraguay di 32 Besar Piala Dunia 2026: Sama Kuat 1-1, Lanjut ke Extra Time!
Gabriel Mutombo Layak...
Liga Indonesia
Gabriel Mutombo Layak Gantikan Federico Barba di Persib Bandung?
Setelah Gabriel Mutombo,...
Liga Indonesia
Setelah Gabriel Mutombo, Sandy Walsh dan Ragnar Oratmangoen Disebut Gabung Persib Bandung!
Rekomendasi
Lindungi Bursa Saham...
Lindungi Bursa Saham dari Ancaman Siber, ADIGSI Gandeng APEI
Pernikahan Membuka Pintu...
Pernikahan Membuka Pintu Rezeki, Benarkah?
Mahasiswa ITS Kembangkan...
Mahasiswa ITS Kembangkan Nanopestisida yang Tahan Hujan dan Paparan Sinar UV
Berita Terkini
Jerman Ditahan Imbang...
Jerman Ditahan Imbang Paraguay 1-1, Laga Berlanjut ke Extra Time
Kejutan, Jerman Kebobolan...
Kejutan, Jerman Kebobolan Lawan Paraguay di Babak Pertama
Argentina Bawa 500 Kg...
Argentina Bawa 500 Kg Daging Sapi Premium, Tradisi Barbeku Jadi Senjata Messi Cs di Piala Dunia 2026
Milo dan Kemenpora Perkuat...
Milo dan Kemenpora Perkuat Kolaborasi, Dorong Budaya Hidup Sehat Lewat Kemajuan Olahraga Indonesia
Penembakan di Fan Zone...
Penembakan di Fan Zone Piala Dunia 2026, Satu Orang Tewas dan Satu Kritis
Brasil Lolos ke 16 Besar...
Brasil Lolos ke 16 Besar usai Comeback Dramatis Singkirkan Jepang
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved