Joshua Berubah Total, Sebut Tyson Fury Bukan Ancaman
Kamis, 03 September 2020 - 05:31 WIB
loading...
Juara kelas berat IBF, IBO, WBA, dan WBO Anthony Joshua (kiri) tak melihat ada ancaman dari Tyson Fury/Foto/dok SINDOnews
A
A
A
LAS VEGAS - Juara kelas berat IBF, IBO, WBA, dan WBO Anthony Joshua menjelaskan dirinya telah berubah total setelah menderita kekalahan pertamanya dalam karier . Petinju Inggris itu menginstropeksi diri setelah di-TKO Andy Ruiz Jr di ronde ketujuh pada Juni 2019.
Petinju yang kerap disapa AJ itu sempat mencium kanvas empat kali sebelum Ruiz Jr dinyatakan menang pada ronde ketujuh di Madison Square Garden, New York City, AS. (Baca juga: Daniel Dubois: Aku Akan Menjadi Raja Kelas Berat Sejati Berikutnya )
Joshua membalas dendam enam bulan kemudian, dengan mengalahkan Ruiz Jr dengan angka mutlak dalam pertarungan 12 ronde , dan merebut kembali empat sabuk juaranya. (Baca juga: Akeem Ennies-Brown Melawan Rasisme dan Mimpi Juara Dunia ).
"Saya mengubah segalanya setelah pertarungan pertama itu," ujar Joshua kepada GQ Middle East. “Kalah dari Andy membuat saya berpikir ulang dan merestrukturisasi diri."
"Saya mengambil sisi positifnya, tetapi itu tidak mudah. Enam pekan kamp pelatihan saya adalah murni neraka. Saya memiliki anggota tim baru, saya mengalami cedera yang ingin saya atasi. Ada begitu banyak masalah berbeda. Tapi, pada akhirnya kami sampai di sana melalui kemauan, tekad, dan kecerdasan." (Baca juga: 54 Hari Jelang Duel vs Gaethje, Khabib Joging di Pegunungan ).
Joshua dijadwalkan melakukan pertahanan wajib melawan Kubrat Pulev , yang dijadwalkan 12 Desember 2020. Namun, tujuan utama Joshua adalah menghadapi juara kelas berat WBC Tyson Fury pada 2021. Fury, yang menghadapi Deontay Wilder dalam pertarungan trilogi pada 19 Desember, juga mendorong unifikasi gelar tersebut.
Joshua sangat menghormati kemampuan dan level skill Fury, tetapi dia tidak melihat ada ancaman yang membahayakan statusnya sebagai juara IBF, IBO, WBA, dan WBO. (Baca juga: Melawan Khabib Sulit Terwujud, Georges-St-Pierre Merasa Sedih ).
Petinju yang kerap disapa AJ itu sempat mencium kanvas empat kali sebelum Ruiz Jr dinyatakan menang pada ronde ketujuh di Madison Square Garden, New York City, AS. (Baca juga: Daniel Dubois: Aku Akan Menjadi Raja Kelas Berat Sejati Berikutnya )
Joshua membalas dendam enam bulan kemudian, dengan mengalahkan Ruiz Jr dengan angka mutlak dalam pertarungan 12 ronde , dan merebut kembali empat sabuk juaranya. (Baca juga: Akeem Ennies-Brown Melawan Rasisme dan Mimpi Juara Dunia ).
"Saya mengubah segalanya setelah pertarungan pertama itu," ujar Joshua kepada GQ Middle East. “Kalah dari Andy membuat saya berpikir ulang dan merestrukturisasi diri."
"Saya mengambil sisi positifnya, tetapi itu tidak mudah. Enam pekan kamp pelatihan saya adalah murni neraka. Saya memiliki anggota tim baru, saya mengalami cedera yang ingin saya atasi. Ada begitu banyak masalah berbeda. Tapi, pada akhirnya kami sampai di sana melalui kemauan, tekad, dan kecerdasan." (Baca juga: 54 Hari Jelang Duel vs Gaethje, Khabib Joging di Pegunungan ).
Joshua dijadwalkan melakukan pertahanan wajib melawan Kubrat Pulev , yang dijadwalkan 12 Desember 2020. Namun, tujuan utama Joshua adalah menghadapi juara kelas berat WBC Tyson Fury pada 2021. Fury, yang menghadapi Deontay Wilder dalam pertarungan trilogi pada 19 Desember, juga mendorong unifikasi gelar tersebut.
Joshua sangat menghormati kemampuan dan level skill Fury, tetapi dia tidak melihat ada ancaman yang membahayakan statusnya sebagai juara IBF, IBO, WBA, dan WBO. (Baca juga: Melawan Khabib Sulit Terwujud, Georges-St-Pierre Merasa Sedih ).
Lihat Juga :