alexametrics

Piala Gubernur Jatim 2020

Final Piala Gubernur Jawa Timur, Persija Akan Melawan Tradisi

loading...
Final Piala Gubernur Jawa Timur, Persija Akan Melawan Tradisi
Sepanjang sejarah penyelenggaraan, belum ada tim dari luar yang mampu membawa pulang trofi Piala Gubernur Jawa Timur. Foto/Antara
A+ A-
JAKARTA - Sepanjang sejarah penyelenggaraan, belum ada tim dari luar yang mampu membawa pulang trofi Piala Gubernur Jawa Timur. Hari ini, Persija Jakarta akan mencoba melawan tradisi yang sudah bertahan 18 tahun tersebut. Syaratnya, Macan Kemayoran wajib menaklukkan Persebaya Surabaya.

Piala Gubernur Jatim sudah bergulir sebanyak 12 kali sejak kali pertama digelar pada 2002 silam. Sesuai namanya, tim-tim asal Jawa Timur mendominasi daftar juara turnamen pramusim yang sempat vakum dalam lima tahun terakhir.

Persik Kediri tercatat sebagai pengoleksi terbanyak dengan lima gelar disusul Persela Lamongan yang mengamankan empat trofi. Persebaya Surabaya dan Arema FC masing-masing meraih satu gelar. Kali terakhir penyelenggaraan pada 2015, Persik keluar sebagai juara setelah mengalahkan Gresik United.



Kini, Persija Jakarta yang berstatus tim tamu akan mencoba peruntungan dan mematahkan tradisi juara turnamen selalu diraih tim asal Jawa Timur. Macan Kemayoran akan menantang tim sarat pengalaman Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, sore ini.

Pelatih Persija Sergio Ferias menyatakan sudah tidak sabar untuk mematahkan tradisi dan membawa pulang trofi Piala Gubernur Jatim ke Jakarta. Dia menegaskan, anak asuhnya memenuhi semua syarat untuk meraih gelar juara turnamen pramusim tersebut.

“Kami mencapai final dengan keyakinan tinggi dan siap untuk memenangkan pertandingan. Kami berusaha memberikan piala kepada para pendukung,” katanya.

Sesumbar Ferias bukan tanpa dukungan catatan statistik. Sepanjang turnamen, Persija menunjukkan superioritasnya dengan status tidak terkalahkan. Pada fase grup, pengoleksi empat trofi juara Persela Lamongan dipermalukan dengan skor 1-4.

Tim undangan dari Liga Super Malaysia, Sabah FA, dihajar dua gol tanpa balas. Sementara saat berhadapan dengan Arema FC, tim ibu kota bermain imbang 1-1. Performa impresif ini berlanjut pada babak semifinal saat menghadapi Madura United. Macan Kemayoran memulangkan Laskar Sape Kerrab setelah memenangkan laga dengan skor 1-2.

Tidak hanya itu, Persija juga mencatatkan diri sebagai tim paling produktif sepanjang turnamen. Lini serang Macan Kemayoran tercatat sembilan kali mengoyak gawang lawan dalam empat pertandingan. Marco Simic menjadi predator utama dengan sumbangan lima golnya.

“Dalam laga final, kualitas teknik dan kekuatan mental sangat penting. Para pemain kami telah dipersiapkan untuk itu. Pemain sangat percaya diri bisa memenangkan pertandingan melawan Persebaya,” kata Ferias.

Sementara itu, Persebaya melaju ke final dengan catatan kurang meyakinkan. Meski berstatus juara grup, tapi tim Bajul Ijo sudah menelan satu kekalahan pada laga kontra Bhayangkara FC. Di semifinal, Irfan Jaya dkk memulangkan musuh bebuyutannya Arema FC dengan skor 4-1. Namun, catatan buruktersebut tidak membuat Persebaya gentar. Arek-arek Suroboyo menyatakan sudah siap menghadapikekuatan Persija yang kini dihunibanyak pemain bintang.

Pelatih Aji Santoso menyatakan, saat ini dirinya tengah fokus memulihkan stamina pemainnya lantaran hanya memiliki waktu istirahat satu hari. Hal ini berbedadengan Persija yang lebih dulu menjalani laga semifinal dan bisa mempersiapkan tim lebih dini.

“Persija memang tim besar, tapi kami juga tidak bisa dianggap enteng. Kami juga tim berkualitas dan akan bermain didukung suporter. Ini akan meningkatkan mentalitas juara pemain,” katanya.

Dalam laga final sore ini, Persija Jakarta dipastikan bermain tanpa didukung Jakmania. Penyebabnya, Polda Jatim tidak mengizinkan pendukung Macan Kemayoran datang ke stadion dengan alasan keamanan. Aparat keamanan tidak ingin insiden bentrok suporter pada laga semifinal Persebaya vs Arema FC di Blitar kembali terulang. Apalagi kedua tim juga memiliki sejarah rivalitas panjang yang bisa menjalar ke tribun penonton.

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan menyatakan, aparat keamanan hanya mempersilakan suporter Persebaya untuk memasuki stadion. Alasannya, Bonek merupakan tuan rumah turnamen pramusim tersebut lantaran digelar di Sidoarjo.

“Kami mengimbau kepada suporter Persija untuk menahan diri dengan tidak datang ke stadion. Silakan bergabung dengan teman-temannya, nonton bareng,” katanyadi Mapolda Jatim, kemarin.

Selain larangan kepada suporter Jakmania, PSSI Asprov Jatim juga memutuskan memajukan jadwal pertandingan menjadi pukul 15.30 WIB, termasuk memindahkan venue ke Sidoarjo dengan alasan keamanan. Jumlah penonton juga dibatasi maksimal 24.000. (Abriandi)
(ysw)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak