Rekan Sparring Ungkap Wilder Cedera Biseps Sebelum Di-TKO Fury
Senin, 07 September 2020 - 04:04 WIB
loading...
Deontay Wilder dikalahkan Tyson Fury pada duel perebutan gelar kelas berat WBC di MGM Grand, Las Vegas, Februari 2020/Foto/trtworld.com
A
A
A
LAS VEGAS - Rekan sparring Deontay Wilder, Junior Fa, mengungkap kondisi petinju Amerika Serikat itu sebelum dikalahkan Tyson Fury pada duel perebutan gelar kelas berat WBC di MGM Grand, Las Vegas, Februari 2020. Fa menyebut persiapan Wilder dirusak cedera biseps (otot lengan) pada pekan-pekan terakhir kamp pelatihannya.
Masa penguasaan gelar kelas berat WBC Wilder diakhiri secara dramatis pada bulan Februari ketika secara sensasional dia dihentikan Fury. Petinju Inggris itu menjatuhkan Wilder dua kali dan menghentikannya di ronde ketujuh untuk merebut gelar kelas berat WBC. (Baca juga: Kian Beringas di Usia 40 Tahun, Overeem TKO Augusto Sakai di UFC Vegas 9 ).
Awalnya, Wilder menyalahkan kostum ring walk-nya yang glamour. Wilder mengklaim kostum itu beratnya setidaknya 18 kg dan kakinya kelelahan selama aksi teatrikal pra-pertarungan .
Namun, dia kemudian menjelaskan bahwa ada masalah lain yang terjadi. Dan Fa telah mengungkapkan bahwa Wilder mengalami cedera pada bisepsnya menjelang akhir kamp. (Baca juga: Rahasia Kamp Wladimir Klitschko: Ritual Brutal Raksasa Kelas Berat ).
Beberapa waktu setelah pertandingan, Wilder menjalani operasi biseps dan Fa, yang secara teratur menjadi rekan sparring pria Alabama itu mengungkapkan bahwa cedera lengan itu dideritanya sesaat sebelum pertarungan kedua melawan Fury.
"Saya sangat terkejut (dengan kekalahan Wilder)," kata Fa kepada Sky Sports. "Keunggulan dan pelatihannya sebenarnya sangat bagus. Deontay terlihat hebat." (Baca juga: Mata Ditanduk Jonathan Oquendo, Jamel Herring Pertahankan Gelar ).
"Ya, (dia) cedera biseps (yang dia derita di kamp). Saya tidak tahu sejauh mana kerusakannya, tapi dia memang merasakan sakit."
"Yang saya tahu (adalah) bahwa dia memang cedera, tapi saya sangat terkejut dengan rencana permainan Fury. Begitu pertarungan dimulai, dan saya melihat Fury tidak mundur, mencoba mendorong Wilder ke tali, Saya berpikir 'Ya ampun, ini akan menjadi malam yang sulit bagi Wilder'," ujar petinju asal Selandia Baru itu. (Baca juga: Kell Brook: Jatuhkan Terence Crawford Kemenangan Besar Tinju Inggris ).
"Fury pada dasarnya melakukan apa yang dia akan lakukan, yakni menghentikan Wilder yang memiliki pukulan terkeras di dunia. Itu adalah penampilan yang sangat, sangat bagus darinya."
Wilder telah mengaktifkan klausul pertandingan ulang segera. Pertarungan trilogi melawan Fury dijadwalkan (tentatif) 19 Desember 2020, tetapi ada kemungkinan kontes akan diundur ke 2021.
Masa penguasaan gelar kelas berat WBC Wilder diakhiri secara dramatis pada bulan Februari ketika secara sensasional dia dihentikan Fury. Petinju Inggris itu menjatuhkan Wilder dua kali dan menghentikannya di ronde ketujuh untuk merebut gelar kelas berat WBC. (Baca juga: Kian Beringas di Usia 40 Tahun, Overeem TKO Augusto Sakai di UFC Vegas 9 ).
Awalnya, Wilder menyalahkan kostum ring walk-nya yang glamour. Wilder mengklaim kostum itu beratnya setidaknya 18 kg dan kakinya kelelahan selama aksi teatrikal pra-pertarungan .
Namun, dia kemudian menjelaskan bahwa ada masalah lain yang terjadi. Dan Fa telah mengungkapkan bahwa Wilder mengalami cedera pada bisepsnya menjelang akhir kamp. (Baca juga: Rahasia Kamp Wladimir Klitschko: Ritual Brutal Raksasa Kelas Berat ).
Beberapa waktu setelah pertandingan, Wilder menjalani operasi biseps dan Fa, yang secara teratur menjadi rekan sparring pria Alabama itu mengungkapkan bahwa cedera lengan itu dideritanya sesaat sebelum pertarungan kedua melawan Fury.
"Saya sangat terkejut (dengan kekalahan Wilder)," kata Fa kepada Sky Sports. "Keunggulan dan pelatihannya sebenarnya sangat bagus. Deontay terlihat hebat." (Baca juga: Mata Ditanduk Jonathan Oquendo, Jamel Herring Pertahankan Gelar ).
"Ya, (dia) cedera biseps (yang dia derita di kamp). Saya tidak tahu sejauh mana kerusakannya, tapi dia memang merasakan sakit."
"Yang saya tahu (adalah) bahwa dia memang cedera, tapi saya sangat terkejut dengan rencana permainan Fury. Begitu pertarungan dimulai, dan saya melihat Fury tidak mundur, mencoba mendorong Wilder ke tali, Saya berpikir 'Ya ampun, ini akan menjadi malam yang sulit bagi Wilder'," ujar petinju asal Selandia Baru itu. (Baca juga: Kell Brook: Jatuhkan Terence Crawford Kemenangan Besar Tinju Inggris ).
"Fury pada dasarnya melakukan apa yang dia akan lakukan, yakni menghentikan Wilder yang memiliki pukulan terkeras di dunia. Itu adalah penampilan yang sangat, sangat bagus darinya."
Wilder telah mengaktifkan klausul pertandingan ulang segera. Pertarungan trilogi melawan Fury dijadwalkan (tentatif) 19 Desember 2020, tetapi ada kemungkinan kontes akan diundur ke 2021.
(sha)
Lihat Juga :