Kisah Atlet Gagal Ginjal dan Harapan Baru Lewat Terapi CAPD
Sabtu, 14 Maret 2026 - 18:56 WIB
loading...
A
A
A
Lonjakan jumlah pasien juga berdampak pada pembiayaan kesehatan. Beban biaya dialisis yang ditanggung BPJS Kesehatan meningkat signifikan dari Rp6,5 triliun pada 2019 menjadi Rp11 triliun pada 2024.
Untuk terapi hemodialisis, klaim BPJS berkisar antara Rp820 ribu hingga Rp1,2 juta per sesi. Jika dilakukan dua kali dalam seminggu, biaya bulanan bisa mencapai sekitar Rp6,5 juta hingga Rp9,6 juta, belum termasuk biaya transportasi dan kebutuhan lain.
Sementara itu, terapi CAPD diatur dalam Permenkes Nomor 3 Tahun 2023 dengan tarif sekitar Rp8 juta per bulan yang mencakup bahan medis, layanan tenaga kesehatan, serta distribusi logistik terapi ke rumah pasien.
Meski memiliki berbagai keunggulan, pemanfaatan CAPD di Indonesia masih tergolong rendah. Pemerintah menargetkan minimal 10 persen pasien dialisis menggunakan terapi ini sebagai bagian dari transformasi layanan kesehatan.
Selain memberi fleksibilitas bagi pasien, CAPD juga dinilai memiliki risiko infeksi nosokomial lebih rendah karena pasien tidak perlu sering berkunjung ke rumah sakit. Terapi ini juga mengurangi risiko penularan penyakit seperti hepatitis.
Tony menilai edukasi mengenai pilihan terapi harus menjadi bagian penting dari layanan kesehatan bagi pasien gagal ginjal.
“Pasien gagal ginjal akan menjalani terapi ini seumur hidup. Karena itu, pasien tidak boleh hanya menjadi objek pengobatan, tetapi harus menjadi subjek yang memahami dan memilih terapinya sendiri,” ujarnya.
Momentum peringatan World Kidney Day 2026 dengan tema Kidney Health for All: Caring for People, Protecting the Planet diharapkan dapat mendorong deteksi dini penyakit ginjal serta meningkatkan edukasi mengenai berbagai pilihan terapi yang tersedia.
Bagi pasien seperti Amin maupun Rudi, informasi mengenai pilihan terapi bukan sekadar pengetahuan medis, tetapi harapan untuk menjalani hidup yang lebih mandiri dan berkualitas meski harus berdampingan dengan penyakit gagal ginjal.
Untuk terapi hemodialisis, klaim BPJS berkisar antara Rp820 ribu hingga Rp1,2 juta per sesi. Jika dilakukan dua kali dalam seminggu, biaya bulanan bisa mencapai sekitar Rp6,5 juta hingga Rp9,6 juta, belum termasuk biaya transportasi dan kebutuhan lain.
Sementara itu, terapi CAPD diatur dalam Permenkes Nomor 3 Tahun 2023 dengan tarif sekitar Rp8 juta per bulan yang mencakup bahan medis, layanan tenaga kesehatan, serta distribusi logistik terapi ke rumah pasien.
Meski memiliki berbagai keunggulan, pemanfaatan CAPD di Indonesia masih tergolong rendah. Pemerintah menargetkan minimal 10 persen pasien dialisis menggunakan terapi ini sebagai bagian dari transformasi layanan kesehatan.
Selain memberi fleksibilitas bagi pasien, CAPD juga dinilai memiliki risiko infeksi nosokomial lebih rendah karena pasien tidak perlu sering berkunjung ke rumah sakit. Terapi ini juga mengurangi risiko penularan penyakit seperti hepatitis.
Tony menilai edukasi mengenai pilihan terapi harus menjadi bagian penting dari layanan kesehatan bagi pasien gagal ginjal.
“Pasien gagal ginjal akan menjalani terapi ini seumur hidup. Karena itu, pasien tidak boleh hanya menjadi objek pengobatan, tetapi harus menjadi subjek yang memahami dan memilih terapinya sendiri,” ujarnya.
Momentum peringatan World Kidney Day 2026 dengan tema Kidney Health for All: Caring for People, Protecting the Planet diharapkan dapat mendorong deteksi dini penyakit ginjal serta meningkatkan edukasi mengenai berbagai pilihan terapi yang tersedia.
Bagi pasien seperti Amin maupun Rudi, informasi mengenai pilihan terapi bukan sekadar pengetahuan medis, tetapi harapan untuk menjalani hidup yang lebih mandiri dan berkualitas meski harus berdampingan dengan penyakit gagal ginjal.
(sto)
Lihat Juga :