Ketergantungan Promotor pada Sponsor Bikin Tinju Profesional Indonesia Mati Suri
Selasa, 29 September 2020 - 08:02 WIB
loading...
A
A
A
"Memang betul, sebelum Covid-19 memang pertandingan tinju profesional kita terutama di televisi yang ada selama ini jauh menurun. Pertama, masalah sponsor. Kedua, promotor kita banyak, tapi kemampuan untuk menggelar pertandingan keliatannya sangat bergantung dengan adanya dukungan sponsor. Sebelumnya, ada beberapa promotor yang berani dengan tidak tergantung dengan sponsor," ungkap Tommy.
"Komisi tinju tidak bisa melakukan apa-apa kalau promotor tidak aktif untuk melakukan suatu pertandingan. Komisi tinju hanya sebagai komisi yang membantu promotor untuk menjalankan pertandingan itu sesuai aturan main, termasuk legal aspek."
Tak hanya tentang siaran tinju di televisi dan keberanian promotor tanpa bergantung pada sponsor. Ada satu poin menarik ketika Tommy berpesan pada petinju untuk tidak melibatkan keluarga dalam memulai kariernya sebagai petinju profesional. (Baca juga: Soal Duel vs Pacquiao, McGregor: Tinju Saja, Tapi Dana White Masih Bungkam )
"Dalam peraturan seharusnya petinju jangan mau dilatih sama keluarganya. Kasihan petinjunya yang tadinya cukup punya kualitas, matinya, mati muda," pungkas Tommy.
"Komisi tinju tidak bisa melakukan apa-apa kalau promotor tidak aktif untuk melakukan suatu pertandingan. Komisi tinju hanya sebagai komisi yang membantu promotor untuk menjalankan pertandingan itu sesuai aturan main, termasuk legal aspek."
Tak hanya tentang siaran tinju di televisi dan keberanian promotor tanpa bergantung pada sponsor. Ada satu poin menarik ketika Tommy berpesan pada petinju untuk tidak melibatkan keluarga dalam memulai kariernya sebagai petinju profesional. (Baca juga: Soal Duel vs Pacquiao, McGregor: Tinju Saja, Tapi Dana White Masih Bungkam )
"Dalam peraturan seharusnya petinju jangan mau dilatih sama keluarganya. Kasihan petinjunya yang tadinya cukup punya kualitas, matinya, mati muda," pungkas Tommy.
(sha)
Lihat Juga :