Ketergantungan Promotor pada Sponsor Bikin Tinju Profesional Indonesia Mati Suri
Selasa, 29 September 2020 - 08:02 WIB
loading...
Bisnis tinju profesional Indonesia tampaknya sudah tak lagi dilirik oleh para sponsor. Ini disebabkan lantaran para promotor di Tanah Air yang tidak punya kemampuan untuk menggelar pertarungan / Foto: print screen Podcast Vs Indonesia
A
A
A
JAKARTA - Bisnis tinju profesional Indonesia tampaknya sudah tak lagi dilirik oleh para sponsor. Ini disebabkan lantaran para promotor di Tanah Air yang tidak punya kemampuan untuk menggelar pertarungan dan mereka sangat bergantung dengan adanya dukungan sponsor.
Akibatnya, petinju yang memiliki kualitas tidak bisa beradu jotos menunjukkan kemampuannya. Mereka hanya rajin berlatih tapi miskin pertarungan.
Pemandangan inilah yang menjadi pembahasan menarik saat Komisi Tinju Profesional Indonesia (KTPI), Tommy Halauwet berbicara dalam podcast V’s Boxing Indonesia di bawah promotor tinju Internasional, Milasari Kusumo Anggraini, dengan host Ary Sudarsono, dengan tema 'Peran KTPI Mengawasi Tinju Profesional Indonesia', Senin (28/9/2020).
Ary Sudarsono menyinggung mengenai bisnis tinju profesional Indonesia yang mulai sepi. Dikatakannya, ketika tinju profesional di Tanah Air masih punya panggung di tahun 1990-an, para sponsor berdatangan. Ini disebabkan lantaran rating setiap pertarungan mampu mengalahkan sinetron. (Baca juga: Jelang Duel Lawan Justin Gaethje, Khabib Nurmagomedov Rajin Berlatih Hilangkan Depresi )
Kini kondisinya tak sama. Orang tak lagi menonton tinju, baik melalui televisi maupun datang langsung ke arena, meski semua itu gratis. Sponsor menarik diri. Stasiun televisi mengambil langkah mundur dan menghentikan tayangan tinju profesional.
Akibatnya, petinju yang memiliki kualitas tidak bisa beradu jotos menunjukkan kemampuannya. Mereka hanya rajin berlatih tapi miskin pertarungan.
Pemandangan inilah yang menjadi pembahasan menarik saat Komisi Tinju Profesional Indonesia (KTPI), Tommy Halauwet berbicara dalam podcast V’s Boxing Indonesia di bawah promotor tinju Internasional, Milasari Kusumo Anggraini, dengan host Ary Sudarsono, dengan tema 'Peran KTPI Mengawasi Tinju Profesional Indonesia', Senin (28/9/2020).
Ary Sudarsono menyinggung mengenai bisnis tinju profesional Indonesia yang mulai sepi. Dikatakannya, ketika tinju profesional di Tanah Air masih punya panggung di tahun 1990-an, para sponsor berdatangan. Ini disebabkan lantaran rating setiap pertarungan mampu mengalahkan sinetron. (Baca juga: Jelang Duel Lawan Justin Gaethje, Khabib Nurmagomedov Rajin Berlatih Hilangkan Depresi )
Kini kondisinya tak sama. Orang tak lagi menonton tinju, baik melalui televisi maupun datang langsung ke arena, meski semua itu gratis. Sponsor menarik diri. Stasiun televisi mengambil langkah mundur dan menghentikan tayangan tinju profesional.
Lihat Juga :