Sombong, Ibra Merasa Tidak Bisa Lagi Dihentikan Usai Dua Kali Koyak Gawang Inter

loading...
Sombong, Ibra Merasa Tidak Bisa Lagi Dihentikan Usai Dua Kali Koyak Gawang Inter
Zlatan Ibrahimovic jadi aktor protagonis saat Derby della Madonnina antara Inter Milan melawan AC Milan di Serie A. Penyerang asal Swedia itu menyumbang dua gol. Foto: reuters
MILAN - Zlatan Ibrahimovic jadi aktor protagonis saat Derby della Madonnina antara Inter Milanmelawan AC Milan di Serie A. Penyerang asal Swedia itu menyumbang dua gol yang membuat I Rossoneri menang 2-1 d Giuseppe Meazza, Sabtu (17/10/2020).

(Baca Juga: Hasil Pertandingan dan Klasemen Serie A, Sabtu-Minggu (17-8/10))

Ibrahimovic membuka keunggulan Milan di menit ke-13 setelah menyambut pantulan bola tendangan penaltinya yang sempat dihalau kiper Samir Handanovic. Tiga menit berselang, dia memaksimalkan umpan silang Rafael Leao yang membuat tim tamu memimpin 2-0.

Tuan rumah bisa membalas melalui Romelu Lukaku dimenit ke-29. Namun, hingga peluit panjang berbunyi, Milan bisa mempertahankan keunggulan 2-1. Alhasil, armada Stefano Pioli menjaga rekor sempurna dari empat laga dan memucaki klasemen sementara Serie A dengan 12 poin.



Sementara bagi Ibrahimovic, ini membuktikan ketajamannya tidak menurun meski sempat absen dua laga lantaran terpapar virus Corona. Penyerang berusia 39 tahun itu kini telah mendulang empat gol dari dua laga Serie, atau lima gol dari total tiga laga.

Torehan itu membantu Ibrahimovic masuk jajaran top skorer sementara Serie A, setara dengan Alenjandro Gomez (Atalanta), Hirving Lozano (Napoli) dan Lukaku. Namun, ini juga membuat mantan bomber Barcelona itu sedikit jumawa.

“(Agen) Mino Raiola menyarankan saya untuk kembali ke Eropa. Mereka mengatakan kalau Milan membutuhkan saya, jadi saya datang. Saya sekarang merasa menjadi pemain yang lebih lengkap dibandingkan 10 tahun lalu. Jika saya punya level kebugaran seperti 10 tahun lalu, tidak ada yang bisa menghentikan saya. Sekarang mereka juga tidak akan bisa menghentikan saya,” ujarnya.



Ibra sangat gembira bisa membatu Milan meraih kemenangan atas Inter. Sebab, ini menyudahi penantian selama hampir sempat musim. “Milan belum pernah memenangi derby selama empat tahun. Saya juga harus menjalani isolasi di rumah selama dua pekan. Jadi, saya sangat lapar dan itu terlihat di lapangan,” lanjutnya, dilansir skysport.

(Baca Juga: Guardiola Cetak 500 Kemenangan sebagai Pelatih)

“Saya sempat kehilangan sedikit indera pengecap. Tapi, saya terus melakukan tes swab setiap tiga hari dan tidak ada yang bisa mencegah saya untuk tampil di derby. Saya sempat kecewa karena penaltinya bisa dihalau. Tapi, yang terpenting tim ini menang,” pungkasnya.
(mirz)
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top