Menanti Revolusi Prandelli di Fiorentina
Kamis, 12 November 2020 - 01:04 WIB
loading...
Cesare Prandelli diharapkan merevolusi formasi bermain Fiorentina/Foto/vox-cdn.com
A
A
A
TUSCANY - Cesare Prandelli diharapkan merevolusi formasi bermain Fiorentina setelah ditunjuk menjadi pelatih anyar La Viola. Beppe Iachini dipecat pada Senin (9/11/2020), dan Prandelli masuk menggantikannya.
Ini merupakan tugas kesempatan kedua Prandelli menangani La Viola. Sebelumnya, pelatih kelahiran Orzinuovi, Italia, 9 Agustus 1957, itu menjadi allenatore Fiorentina pada 2005-2010, memimpin La Viola dalam 240 laga dengan 117 menang, 56 imbang, dan 67 tumbang. (Baca juga: Griezmann dan Messi Bakal Sulit jika Gabung di Atletico Madrid ).
Prandelli mengubah formasi 3-5-2 yang diusung Iachini, dan menjadikannya ke 4-3-3 atau 4-2-3-1 dengan Gaetano Castrovilli dalam peran yang lebih maju.
"Impian saya adalah membangun tim yang berani, yang tidak takut takut siapa pun," kata Prandelli. (Baca juga: Gerard Houllier Ungkap Kondisi Depay Usai Ditaksir Barcelona ).
“Tim yang memiliki keterampilan teknis tetapi tanpa gairah kompetitif tidak akan meraih apa pun. Anda harus menemukan kimiawi dan keseimbangan magis yang dapat membantu para pemain ini."
"Sangat sulit untuk memenangkan pertandingan tanpa agresivitas, hanya sedikit pemain yang bisa memenangkan pertandingan sendirian. (Franck) Ribery bisa, dia pemain yang luar biasa, dia bisa membuat perbedaan tapi kami tidak bisa hanya memberikan bola kepadanya dan berharap sesuatu terjadi." (Baca juga: Mendebarkan, Akankah Sejarah Pemenang Terbanyak Lewati Rekor MotoGP 2016? ).
Mantan pelatih Parma dan AS Roma itu kemungkinan akan segera mengubah taktik La Viola dalam upaya menjadikan mereka prospek menyerang yang lebih efektif, serta melindungi pertahanan di Serie A musim ini.
Ini merupakan tugas kesempatan kedua Prandelli menangani La Viola. Sebelumnya, pelatih kelahiran Orzinuovi, Italia, 9 Agustus 1957, itu menjadi allenatore Fiorentina pada 2005-2010, memimpin La Viola dalam 240 laga dengan 117 menang, 56 imbang, dan 67 tumbang. (Baca juga: Griezmann dan Messi Bakal Sulit jika Gabung di Atletico Madrid ).
Prandelli mengubah formasi 3-5-2 yang diusung Iachini, dan menjadikannya ke 4-3-3 atau 4-2-3-1 dengan Gaetano Castrovilli dalam peran yang lebih maju.
"Impian saya adalah membangun tim yang berani, yang tidak takut takut siapa pun," kata Prandelli. (Baca juga: Gerard Houllier Ungkap Kondisi Depay Usai Ditaksir Barcelona ).
“Tim yang memiliki keterampilan teknis tetapi tanpa gairah kompetitif tidak akan meraih apa pun. Anda harus menemukan kimiawi dan keseimbangan magis yang dapat membantu para pemain ini."
"Sangat sulit untuk memenangkan pertandingan tanpa agresivitas, hanya sedikit pemain yang bisa memenangkan pertandingan sendirian. (Franck) Ribery bisa, dia pemain yang luar biasa, dia bisa membuat perbedaan tapi kami tidak bisa hanya memberikan bola kepadanya dan berharap sesuatu terjadi." (Baca juga: Mendebarkan, Akankah Sejarah Pemenang Terbanyak Lewati Rekor MotoGP 2016? ).
Mantan pelatih Parma dan AS Roma itu kemungkinan akan segera mengubah taktik La Viola dalam upaya menjadikan mereka prospek menyerang yang lebih efektif, serta melindungi pertahanan di Serie A musim ini.
Lihat Juga :