Dibuang Vinales, Ramon Forcada Sukses Tangani Morbidelli
Senin, 23 November 2020 - 11:04 WIB
loading...
Kepala mekanik Petronas Yamaha SRT Ramon Forcada dan Franco Morbidelli (kanan)/Foto/motorsport.com
A
A
A
PORTIMAO - Franco Morbidelli mengungkap sukses menjadi runner-up Kejuaraan D unia MotoGP 2020 . Sosok kepala mekanik Petronas Yamaha SRT Ramon Forcada menjadi salah satu faktor yang membuatnya melaju kencang musim ini.
Morbidelli senang dengan pencapaiannya musim inid an merasa berhasil membalas dendam. Pada awal musim, Morbidelli merasa hanya menjadi pembalap pilihan keempat di tim Yamaha. Sebab, dua nama pertama yang menjadi andalan adalah mereka yang berada di tim pabrikan, yaitu Maverick Vinales dan Valentino Rossi . (Baca juga: Morbidelli Puas Masuk Podium pada Seri Penutup MotoGP 2020 ).
Sementara itu, rekan setim Morbidelli, Fabio Quartararo, juga dinilai berada di posisi yang sama dengan Rossi dan Vinales. Sebab musim lalu Quartararo menampilkan performa gemilang dengan menjadi Rookie of The Year sehingga dipercaya untuk menggunakan motor balap Yamaha versi terbaru.
Tercatat, hanya Morbidelli saja yang menggunakan motor lama Yamaha. Maka dari itu, dia merasa sedikit disisihkan. Ditambah lagi, pada awal musim Morbidelli sempat mendapatkan sejumlah hasil buruk. Ia dua kali mengalami gagal finis dalam empat seri pertama. (Baca juga: Oliveira Rajai GP Portugal 2020, KTM Rayakan Sukses Seri Penutup ).
Kendati demikian, kondisi tersebut tak lantas membuat Morbidelli merasa terpuruk. Ia menjadikan hal tersebut sebagai motivasi. Hasilnya, Morbidelli mampu bangkit, memenangkan tiga seri balapan, dan kemudian menyandang status runner-up kejuaraan.
“Ini telah menjadi musim yang fantastis bagi saya dan saya tidak menyembunyikan fakta bahwa di awal tahun saya merasa seperti pilihan keempat Yamaha,” ujar Morbidelli, seperti dikutip dari Tutto Motori Web, Senin (23/11/2020). (Baca juga: Sosok Perempuan di Balik Sukses Lewis Hamilton ).
"Saya tidak mengatakan bahwa saya merasa tersisih karena itu tidak benar. Tetapi, fakta sederhana memiliki motor yang berbeda dari yang lain membuat saya merasa sedikit cacat,” lanjut pembalap yang masih memiliki darah Brasil tersebut.
Morbidelli senang dengan pencapaiannya musim inid an merasa berhasil membalas dendam. Pada awal musim, Morbidelli merasa hanya menjadi pembalap pilihan keempat di tim Yamaha. Sebab, dua nama pertama yang menjadi andalan adalah mereka yang berada di tim pabrikan, yaitu Maverick Vinales dan Valentino Rossi . (Baca juga: Morbidelli Puas Masuk Podium pada Seri Penutup MotoGP 2020 ).
Sementara itu, rekan setim Morbidelli, Fabio Quartararo, juga dinilai berada di posisi yang sama dengan Rossi dan Vinales. Sebab musim lalu Quartararo menampilkan performa gemilang dengan menjadi Rookie of The Year sehingga dipercaya untuk menggunakan motor balap Yamaha versi terbaru.
Tercatat, hanya Morbidelli saja yang menggunakan motor lama Yamaha. Maka dari itu, dia merasa sedikit disisihkan. Ditambah lagi, pada awal musim Morbidelli sempat mendapatkan sejumlah hasil buruk. Ia dua kali mengalami gagal finis dalam empat seri pertama. (Baca juga: Oliveira Rajai GP Portugal 2020, KTM Rayakan Sukses Seri Penutup ).
Kendati demikian, kondisi tersebut tak lantas membuat Morbidelli merasa terpuruk. Ia menjadikan hal tersebut sebagai motivasi. Hasilnya, Morbidelli mampu bangkit, memenangkan tiga seri balapan, dan kemudian menyandang status runner-up kejuaraan.
“Ini telah menjadi musim yang fantastis bagi saya dan saya tidak menyembunyikan fakta bahwa di awal tahun saya merasa seperti pilihan keempat Yamaha,” ujar Morbidelli, seperti dikutip dari Tutto Motori Web, Senin (23/11/2020). (Baca juga: Sosok Perempuan di Balik Sukses Lewis Hamilton ).
"Saya tidak mengatakan bahwa saya merasa tersisih karena itu tidak benar. Tetapi, fakta sederhana memiliki motor yang berbeda dari yang lain membuat saya merasa sedikit cacat,” lanjut pembalap yang masih memiliki darah Brasil tersebut.
Lihat Juga :