Pelari Malaysia Pecahkan Rekor Dunia Lari Menaiki Gedung Tertinggi
Senin, 23 November 2020 - 19:17 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga : Penutupan Mengecewakan Bagi Nadal dan Djokovic
“Mencapai rekor dunia adalah impian utama bagi setiap atlet, tetapi untuk Asosiasi Towerrunning Malaysia dan saya berharap dengan upaya ini kami dapat menginspirasi semua orang untuk melakukan sesuatu yang hebat, menjadi kreatif, berpikir di luar kotak, meskipun di tengah pandemi Covid-19 , ” kata Soh, yang juga presiden Malaysia Towerrunning Association dilansir Bernama.
Lewat akun media sosialnya, Soh Wai Ching menceritakan bagaimana dirinya bisa mencetak rekor tersebut. Dia mengungkapkan melakukan empat total pendakian di mana tiga di antaranya merupakan pendakian penuh hingga ke lantai 66. Sedangkan satu lainnya hanya sampai lantai 65.
Baca juga : Musim Depan, Pembalap Jepang Ini Enggan hanya Jadi Pengganggu
“Sungguh menantang mental ketika tiba-tiba semua lagu yang tersimpan di jam tangan hilang ketika saya mencoba memainkannya. Syukurlah, dengan sorak-sorai teman-teman dan lagu-lagu yang mereka mainkan di lantai masing-masing mampu menyemangati saya. Terima kasih kawan!,” katanya.
“Ada banyak tantangan sebelum upaya ini terutama mendapatkan izin dari kepolisian di Dang Wangi selama periode pembatasan sosial dan memastikan semua orang mengikuti SOP,” pungkas Soh Wai Ching.
“Mencapai rekor dunia adalah impian utama bagi setiap atlet, tetapi untuk Asosiasi Towerrunning Malaysia dan saya berharap dengan upaya ini kami dapat menginspirasi semua orang untuk melakukan sesuatu yang hebat, menjadi kreatif, berpikir di luar kotak, meskipun di tengah pandemi Covid-19 , ” kata Soh, yang juga presiden Malaysia Towerrunning Association dilansir Bernama.
Lewat akun media sosialnya, Soh Wai Ching menceritakan bagaimana dirinya bisa mencetak rekor tersebut. Dia mengungkapkan melakukan empat total pendakian di mana tiga di antaranya merupakan pendakian penuh hingga ke lantai 66. Sedangkan satu lainnya hanya sampai lantai 65.
Baca juga : Musim Depan, Pembalap Jepang Ini Enggan hanya Jadi Pengganggu
“Sungguh menantang mental ketika tiba-tiba semua lagu yang tersimpan di jam tangan hilang ketika saya mencoba memainkannya. Syukurlah, dengan sorak-sorai teman-teman dan lagu-lagu yang mereka mainkan di lantai masing-masing mampu menyemangati saya. Terima kasih kawan!,” katanya.
“Ada banyak tantangan sebelum upaya ini terutama mendapatkan izin dari kepolisian di Dang Wangi selama periode pembatasan sosial dan memastikan semua orang mengikuti SOP,” pungkas Soh Wai Ching.
Lihat Juga :