Dijadikan Kambing Hitam atas Kematian Maradona, Dr Luque Menangis

Senin, 30 November 2020 - 16:05 WIB
loading...
Dijadikan Kambing Hitam...
Kematian Diego Maradona akibat serangan jantung membuat Dr Leopoldo Luque berurusan dengan hukum. Dia dituding bertanggung jawab atas meninggalnya legenda sepak bola itu. Foto: thesun
A A A
BUENO AIRES - Kematian Diego Maradona akibat serangan jantung membuat Dr Leopoldo Luque harus berurusan dengan hukum. Dia dituding bertanggung jawab atas meninggalnya legenda sepak bola itu karena bertindak lalai.

(Baca Juga: Bantai Roma 4-0, Napoli Persembahkan Kemenangan bagi Mendiang Maradona )

Dr Luque yang menjadi dokter pribadi mendiang Maradona bertugas memantau proses pemulihan mantan penyerang Napoli itu, yang sebelumnya sukses melakukan operasi untuk mengangkat penggumpalan darah di otak.

(Baca juga : Bagaimana Sebenarnya Hubungan Pribadi Messi dan Maradona? )

Namun, pada 25 November waktu setempat, mendiang Maradona menghembuskan nafas terakhirnya karena diduga gagal jantung. Semula, itu dianggap sebagai kematian biasa. Tapi, setelah mencuat ada kemungkinan terjadi kelalaian manusia, maka dilakukan penyelidikan.

Menurut putri mendiang Maradona, Dalma dan Giannina, kepada polisi kalau mereka curiga obat atau pengobatan yang diberikan kepada ayahnya tidak sesuai. Terlebih sebelumnya juga ada dugaan pahlawan Timnas Argentina itu tidak mendapat perhatian tim medis selama hampir 12 jam.

(Baca juga : Bantu MU Raih Kemenangan, Cavani Malah Terancam Skorsing Tiga Laga )

Selain itu, ambulans juga datang cukup lama, hampir 30 menit. Akibatnya, mendiang Maradona terlambat mendapat pertolongan medis ketika terjadi serangan jatung. Ini membuat pihak kepolisian melakukan penggeledahan ke klinik Dr Luque yang sekaligus menjadi rumahnya.

Pihak kepolisian kemudian mengumpulkan sejumlah berkas yang nantinya akan digunakan untuk menuntut Dr Luque. Sebab, dia terancam menerima sanksi pidana atas dugaan kelalaian yang menyebabkan hilangnya nyawa manusia.

(Baca juga : Mike Tyson Tajir Melintir! Bertarung 16 Menit Raup Rp141 Miliar! )

Dijadikan Kambing Hitam atas Kematian Maradona, Dr Luque Menangis


Hal ini membuat Dr Luque syok dan kecewa bercampur sedih karena kini dianggap sebagai pembunuh. Sambil menitikan air mata, dia mengklaim tidak bersalah dan merasa dijadikan kambing hitam atas kematian Maradona.

Saat jumpa media pada Minggu, (29/11/2020) waktu setempat, Dr Luque menyatakan kalau dia mendapat dukungan dari organisasi medis yang diikutinya, yakni Asosiasi Ahli Bedah Syaraf Argentina.

Dia menjelaskan pula bahwa Maradona yang juga mengalami ketergantunan alkohol dan narkoba mengambil keputusan sendiri untuk meninggalkan rumah sakit dan menjalani rehabilitasi di rumahnya.

“Kami semua berkumpul untuk memberikan yang terbaik bagi Diego (Maradona): tim dokter, saya sendiri, keluarganya. Tidak ada yang bisa dilakukan tanpa persetujuannya. Kami memikirkan bersama skema karantina untuk memantau obat yang perlu diminumnya dan sekaligus mengendalikan konsumsi alkohol,” jelas Dr Luque.

(Baca Juga: Maradona Meninggal Dunia: Gagal Jantung, Pembunuhan Atau Malapraktik )

“Tidak ada kriteria medis (yang mengharuskan Maradona menjalani perawatan di rumah sakit). Kami bisa saja membawanya ke pusat rehabilitasi. Tapi, kami perlu persetujuannya. Itu semua keputusannya,” lanjutnya, dilansir thesun.

Dijadikan Kambing Hitam atas Kematian Maradona, Dr Luque Menangis

Foto-Foto: Thesun

Dr Luque menegaskan tidak ada kesalahan medis. Sebab, semuanya Maradona yang mengambil keputusan. “Disini tidak ada keputusan, hanya ada saran medis. Ketika Anda membedah pasien, kriteria kepulangannya tergantung si pasien. Jadi, tidak ada kesalahan dokter,” jelasnya lagi.

“Dia mengalami gagal jantung yang bisa terjadi pada seorang pasien seperti dirinya. Semua cara yang ada sudah dilakukan untuk mengurangi resikonya. Tapi, Anda tidak bisa mencegah kemungkinannya.”

“Saya mendapat dukungan dan persetujuan penuh dari Asosiasi Ahli Bedah Syaraf Argentina bahwa Diego (Maradona) perlu menjalani operasi. Enam dokter sudah memeriksanya. Kematiannya tidak ada hubungannya dengan ini (operasi).”

“Dia lalu meninggalkan rumah sakit setelah operasi. Idealnya adalah dia tetap di rumah sakit untuk menjalani rehabilitasi. Tapi, dia tidak mau. Kami juga mencoba mencari perawat untuk menemaninya. Tapi, dia memilih meninggalkan rumah sakit.”

(Baca Juga: Sebelum Gagal Jantung, Maradona Bertengkar dengan Dokter Pribadinya )

“Kami juga mencoba untuk merawatnya di klinik. Tapi, itu bukan pusat rehabilitasi. Saya berusaha memperpanjang proses perawatan semampu saya. Saya sudah melakukan yang terbaik untuk Diego (Maradona). Saya bangga dengan apa yang sudah saya lakukan. Saya tidak punya apa-apa untuk disembunyikan. Saya siap dipanggil kepolisian kapan saja,” pungkasnya.
(mirz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
10 Pertandingan Terbaik...
10 Pertandingan Terbaik dalam Sejarah Piala Dunia: Ada Tangan Tuhan Maradona hingga Magis Messi
5 Legenda Sepak Bola...
5 Legenda Sepak Bola yang Dicurangi Peraturan Lama Ballon d'Or
Napoli Juara Piala Super...
Napoli Juara Piala Super Italia 2025 usai Taklukkan Bologna
10 Skandal Terbesar...
10 Skandal Terbesar dalam Sepak Bola: Gol Tangan Tuhan hingga Gigitan Suarez
Debut Jay Idzes di Serie...
Debut Jay Idzes di Serie A Italia: Misi Bantu Sassuolo Ulangi Keajaiban 10 Tahun Lalu
Dari Tribun hingga Turun...
Dari Tribun hingga Turun Lapangan: Cerita Antonio Conte di Balik Scudetto Historis Napoli
Menang 0-2, Bologna...
Menang 0-2, Bologna Tampar Napoli di Stadion Diego Armando Maradona
Hempaskan Napoli 3-1,...
Hempaskan Napoli 3-1, Barcelona ke Perempat Final Liga Champions
Napoli Sikat Juventus...
Napoli Sikat Juventus 2-1
Special Bola
Link Live Streaming...
Bola Dunia
Link Live Streaming Timnas Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: Adu Sepakbola Menyerang
Frans Putros Cetak Sejarah,...
Bola Dunia
Frans Putros Cetak Sejarah, Pemain Aktif Pertama Persib Bandung yang Main di Piala Dunia!
Persita Tangerang Ditinggal...
Liga Indonesia
Persita Tangerang Ditinggal Kapten Muhammad Toha Usai 9 Tahun Mengabdi
Rekomendasi
Urutan Mandi Wajib Setelah...
Urutan Mandi Wajib Setelah Haid yang Benar agar Sah Melaksanakan Ibadah Fardhu Lagi
Bukti Geely Serius di...
Bukti Geely Serius di Indonesia: Kapasitas Produksi EX2 Dilipatgandakan!
Pertamina Siap Turunkan...
Pertamina Siap Turunkan Harga BBM secara Bertahap Mulai Awal Juli
Berita Terkini
Klasemen Peringkat Ketiga...
Klasemen Peringkat Ketiga Terbaik di Piala Dunia 2026: Senegal Jaga Asa
Dembele Ukir Hat-trick...
Dembele Ukir Hat-trick Tercepat Kedua dalam Sejarah Piala Dunia
Prancis Juara Grup I,...
Prancis Juara Grup I, Senegal Pesta Gol ke Gawang Irak
10 Pemain Terkaya Piala...
10 Pemain Terkaya Piala Dunia 2026: Ronaldo Nomor 1
Mesir vs Iran: Misi...
Mesir vs Iran: Misi Bersejarah Tim Melli Berlanjut atau Berakhir?
Putri Pelatih Norwegia...
Putri Pelatih Norwegia Bikin Heboh Piala Dunia 2026
Infografis
Ini Penjelasan Mengapa...
Ini Penjelasan Mengapa Hajar Aswad di Kakbah Berwarna Hitam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved