Taufik Hidayat Bicara Bobrok Birokrasi Olahraga di Indonesia
Selasa, 12 Mei 2020 - 10:42 WIB
loading...
Taufik Hidayat dalam acara podcast Deddy Corbuzier. Foto: Repro/Tangkapan Layar/Youtube/Deddy Corbuzier
A
A
A
JAKARTA - Legenda bulu tangkis Indonesia, Taufik Hidayat, buka-bukaan soal kasus hukum yang menjerat mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi. Taufik yang pernah bekerja di Satlak Prima juga cerita pengalaman menjadi ‘kurir’ uang untuk Imam.
Semua bermula ketika Taufik gantung raket, kemudian memutuskan terjun di dunia administrasi olahraga sebagai Wakil Ketua Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima). Pada saat itu Taufik memimpin Satlak Prima pada 2016-2017.
Ketika berada di sana, Taufik merasakan banyak kejanggalan, termasuk ketika ia dititipi uang oleh seseorang untuk Imam Nahrawi. Dalam program podcast Deddy Corbuzier di Youtube, Taufik mengaku menerima uang tersebut dengan niat membantu.
"Saya hanya diminta tolong seperti itu di telepon, dan, ya, saya sebagai kerabat di situ, ya, saya membantu. Tapi saya tidak konfirmasi ke Pak Imam (Nahrawi, red) kalau uang sudah dititipkan ke Ulum (Miftahul Ulum, asisten pribadi Imam Nahrawi, red)” kata Taufik di acara itu, Senin (11/5/2020).
Sebelum Asian Games 2018 Jakarta-Palembang, Taufik yang mencium banyak kejanggalan -tapi tak bisa berbuat banyak, memutuskan keluar dari lingkungan tersebut. "Gue sebelum Asian Games, tahu akan berantakan, gue keluar dulu. Di dalam banyak orang yang takut gue di situ makanya gimana caranya gue dimatiin,” kata menantu Agum Gumelar.
Semua bermula ketika Taufik gantung raket, kemudian memutuskan terjun di dunia administrasi olahraga sebagai Wakil Ketua Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima). Pada saat itu Taufik memimpin Satlak Prima pada 2016-2017.
Ketika berada di sana, Taufik merasakan banyak kejanggalan, termasuk ketika ia dititipi uang oleh seseorang untuk Imam Nahrawi. Dalam program podcast Deddy Corbuzier di Youtube, Taufik mengaku menerima uang tersebut dengan niat membantu.
"Saya hanya diminta tolong seperti itu di telepon, dan, ya, saya sebagai kerabat di situ, ya, saya membantu. Tapi saya tidak konfirmasi ke Pak Imam (Nahrawi, red) kalau uang sudah dititipkan ke Ulum (Miftahul Ulum, asisten pribadi Imam Nahrawi, red)” kata Taufik di acara itu, Senin (11/5/2020).
Sebelum Asian Games 2018 Jakarta-Palembang, Taufik yang mencium banyak kejanggalan -tapi tak bisa berbuat banyak, memutuskan keluar dari lingkungan tersebut. "Gue sebelum Asian Games, tahu akan berantakan, gue keluar dulu. Di dalam banyak orang yang takut gue di situ makanya gimana caranya gue dimatiin,” kata menantu Agum Gumelar.
Lihat Juga :