alexametrics

Carolina Marin Lapar Gelar, Kejar Rekor Olimpiade Zhang Ning

loading...
Carolina Marin Lapar Gelar, Kejar Rekor Olimpiade Zhang Ning
Carolina Marin Lapar Gelar, Kejar Rekor Olimpiade Zhang Ning/BWF
A+ A-
Juara Olimpiade tunggal putri Eropa pertama? Sudah. Pebulu tangkis wanita pertama yang menjadi juara dunia tiga kali? Sudah. Dua gelar prestisius itu melengkapi supremasi Carolina Marin di tunggal putri bulu tangkis dunia. Namun, Marin tidak mau berpuas diri setelah menjadi juara dunia dan Olimpiade.

Sosok Marin memang dikenal sebagai pemain yang tidak lekas puas dengan prestasi yang ada. Juara dunia pertama Spanyol itu masih lapar dengan gelar. ’’Tujuan saya adalah menjadi pemain tunggal putri dengan gelar terbanyak di Kejuaraan Dunia dan Olimpiade,”katanya kepada Badminton Eropa baru-baru ini tentang keinginannya yang tak pernah puas akan supremasi. "Tidak akan mudah tetapi saya berlatih keras setiap hari untuk mencapai tujuan ini." Baca Juga: Pesepeda Belanda Ingin Pertahankan Gelar Olimpiade sebelum Pensiun

Ketika Marin menetapkan pikirannya untuk sesuatu, Marin biasanya mencapainya. Setelah absen hampir setahun, Marin mampu merebut juara di China Open 2019 pada September lalu. Gelar itu menjadi bukti mental juara Marin sangat kuat. Pada tahun 2018, ia menjadi pemain wanita pertama yang memenangkan tiga gelar Kejuaraan Dunia, setelah mengakhiri dominasi Asia di Olimpiade Rio dua tahun sebelumnya. Pemain Spanyol itu juga juara Eropa empat kali. Baca Juga: Jadwal Baru Putaran Final Piala Thomas dan Uber 2020

Tetapi pada usia hanya 26 dan berhasil kembali dari cedera yang mengancam karir tahun lalu, Marin yakin waktu ada di sisinya untuk memperkuatdominasinya lebih lama dalam olahraga. Jika dia bisa tetap bugar dan di atas permainannya, memenangkan emas di Tokyo 2020 dan Paris 2024 tetap menjadi kemungkinan nyata bagi pemain asli Huelva tersebut. Zhang Ning dari China adalah satu-satunya pemain tunggal wanita yang memenangkan gelar Olimpiade berturut-turut (Athena 2004 dan Beijing 2008).



"Tujuan pertama adalah Olimpiade Tokyo dan yang kedua adalah mencapai Paris 2024 untuk dapat bersaing dalam kondisi terbaik saya," katanya. Tetapi bagaimana dia tetap termotivasi meskipun telah memenangkan begitu banyak dalam karirnya? “Kerja keras, pikiran yang kuat dan tim yang luar biasa yang mendukung saya dengan kepemimpinan pelatih saya Fernando Rivas.”
(aww)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak