Van der Vart Mengaku Tak Cocok Bersama Zlatan Ibrahimovic
Senin, 14 Desember 2020 - 23:59 WIB
loading...
A
A
A
"Romario adalah idola saya, tapi Maradona terbaik sepanjang masa. Dia melakukan sesuatu yang unik dengan Napoli. Napoli hanya memenangkan dua scudetto dalam sejarah mereka berkat dia. Messi adalah seorang juara tetapi, percayalah, jika dia bergabung dengan klub seperti Hamburger SV, klub akan meningkat tetapi mereka tidak akan menang seperti yang dilakukan Maradona bersama Napoli dan Argentina,” tegas Van der Vaart.
Selain mengidolakan Maradona, Van der Vaart yang sudah gantung sepatu pada 2018 itu rupanya pernah berkesempatan merumput di Italia bersama Juventus 2007 lalu namun urung terealisasi. Hal itu tidak pernah disesalinya. “Saya berharap saya bisa bermain di Italia, saya hampir bergabung dengan Juventus dari Hamburger SV pada 2007 tetapi kesepakatan itu gagal. Saya bergabung dengan Real Madrid melalui musim berikutnya, klub paling penting di dunia, tidak terlalu buruk,” ungkap Van der Vaart.
Terbukti, karier Van der Vaart tetap berkembang. Kepiawaiannya sebagai gelandang serang berskill tinggi membawanya bergabung dengan Real Madrid (2008-2009), Tottenham Hotspur (2010-2013), Hamburger SV (2012-2015), Real Betis (2015-2016), Midtjylland (2016-2018) dan Esbjerg FB (2018-2019). Bersama, Ajax, Van der Vaart mempersembahkan Eredivisie: 2001–02, 2003–04, KNVB Cup: 2001–02, Johan Cruyff Shield: 2002. Di Hamburger SV, dia meraih Piala Intertoto: 2005, 2007.
Kemudian berlanjut di Madrid, Van der Vaart menjuarai Supercopa de España: 2008 dan terakhir di FC Midtjylland, dia mempersembahkan Superliga: 2017-18. Dilevel tim nasional, Van der Vaart membawa Belanda ke final Piala Dunia 2010. Dia mengoleksi 109 caps dan mencetak 25 gol bersama De Oranje.
Selain mengidolakan Maradona, Van der Vaart yang sudah gantung sepatu pada 2018 itu rupanya pernah berkesempatan merumput di Italia bersama Juventus 2007 lalu namun urung terealisasi. Hal itu tidak pernah disesalinya. “Saya berharap saya bisa bermain di Italia, saya hampir bergabung dengan Juventus dari Hamburger SV pada 2007 tetapi kesepakatan itu gagal. Saya bergabung dengan Real Madrid melalui musim berikutnya, klub paling penting di dunia, tidak terlalu buruk,” ungkap Van der Vaart.
Terbukti, karier Van der Vaart tetap berkembang. Kepiawaiannya sebagai gelandang serang berskill tinggi membawanya bergabung dengan Real Madrid (2008-2009), Tottenham Hotspur (2010-2013), Hamburger SV (2012-2015), Real Betis (2015-2016), Midtjylland (2016-2018) dan Esbjerg FB (2018-2019). Bersama, Ajax, Van der Vaart mempersembahkan Eredivisie: 2001–02, 2003–04, KNVB Cup: 2001–02, Johan Cruyff Shield: 2002. Di Hamburger SV, dia meraih Piala Intertoto: 2005, 2007.
Kemudian berlanjut di Madrid, Van der Vaart menjuarai Supercopa de España: 2008 dan terakhir di FC Midtjylland, dia mempersembahkan Superliga: 2017-18. Dilevel tim nasional, Van der Vaart membawa Belanda ke final Piala Dunia 2010. Dia mengoleksi 109 caps dan mencetak 25 gol bersama De Oranje.
(ruf)
Lihat Juga :