Dukungan Nadal untuk Australia Terbuka
Rabu, 16 Desember 2020 - 15:32 WIB
loading...
A
A
A
Federer mengabarkan mengenai kebugarannya pasca menjalani operasi lutut pada awal tahun ini. Namun, pemulihannya justru membutuhkan waktu lama. Bahkan, penundaan Australia Terbuka selama tiga pekan yang awalnya dijadwalkan berlangsung dari 18–31 Januari, menjadi 8 Februari 2021, dirasanya belum cukup.
“Saya berharap bisa 100% pada Oktober. Tapi saya masih belum melakukannya hari ini. Ini berpacu dengan waktu untuk Australia Terbuka. Saya ingin tahu apakah itu akan dimulai pada 8 Februari. Namun, tetap saja akan membantu jika saya punya lebih banyak waktu,” ujar Federer.
Selain itu, setelah melalui begitu banyak diskusi, telah diputuskan bahwa babak kualifikasi Grand Slam di Melbourne musim 2021 akan digelar di Dubai. Pilihan ini cukup realistis, mengingat kota tersebut baru-baru ini telah menggelar beberapa ajang olahraga, termasuk balap Formula One (F1) pada akhir pekan lalu. (Baca juga: Guardiola: Arsenal Harus Percaya pada Arteta)
Setelah itu, para petenis yang lolos kualifikasi akan terbang menuju Melbourne dan menjalani kewajiban karantina minimal 14 hari. Mereka akan menempati gelembung keselamatan biologis. Seluruh properti di mana para petenis dan tim mereka tinggal, hanya akan melibatkan pihak yang terkait dengan turnamen tersebut.
Apalagi, Tennis Australia (TA) telah menerima suntikan dana sebesar USD 3,4 juta atau sekitar Rp48 miliar dari pemerintah. Bantuan ini diharapkan bisa menyukseskan penyelenggaraan Australian Terbuka 2021 di tengah pandemi Covid-19. (Raikhul Amar)
“Saya berharap bisa 100% pada Oktober. Tapi saya masih belum melakukannya hari ini. Ini berpacu dengan waktu untuk Australia Terbuka. Saya ingin tahu apakah itu akan dimulai pada 8 Februari. Namun, tetap saja akan membantu jika saya punya lebih banyak waktu,” ujar Federer.
Selain itu, setelah melalui begitu banyak diskusi, telah diputuskan bahwa babak kualifikasi Grand Slam di Melbourne musim 2021 akan digelar di Dubai. Pilihan ini cukup realistis, mengingat kota tersebut baru-baru ini telah menggelar beberapa ajang olahraga, termasuk balap Formula One (F1) pada akhir pekan lalu. (Baca juga: Guardiola: Arsenal Harus Percaya pada Arteta)
Setelah itu, para petenis yang lolos kualifikasi akan terbang menuju Melbourne dan menjalani kewajiban karantina minimal 14 hari. Mereka akan menempati gelembung keselamatan biologis. Seluruh properti di mana para petenis dan tim mereka tinggal, hanya akan melibatkan pihak yang terkait dengan turnamen tersebut.
Apalagi, Tennis Australia (TA) telah menerima suntikan dana sebesar USD 3,4 juta atau sekitar Rp48 miliar dari pemerintah. Bantuan ini diharapkan bisa menyukseskan penyelenggaraan Australian Terbuka 2021 di tengah pandemi Covid-19. (Raikhul Amar)
(ysw)
Lihat Juga :